\

Bahas Pengembangan Kawasan Aerotropolis, Pastikan Lalu Lintas dan Drainase Tetap Lancar

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang menggelar rapat pembahasan pengembangan kawasan Aerotropolis sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan penataan wilayah yang terintegrasi Selasa, (27/1/26). Dalam pembahasan tersebut, Bappeda menekankan pentingnya memastikan arus lalu lintas dan sistem drainase tetap berfungsi optimal selama proses pembangunan berlangsung.

Pengembangan kawasan Aerotropolis dirancang sebagai kawasan strategis yang mengintegrasikan fungsi transportasi udara, pusat bisnis, logistik, dan kawasan penunjang lainnya. Oleh karena itu, perencanaan pembangunan tidak hanya difokuskan pada aspek fisik, tetapi juga pada mitigasi dampak terhadap mobilitas masyarakat dan lingkungan sekitar.

Dalam rapat tersebut, dibahas skema pengaturan lalu lintas selama masa konstruksi agar aktivitas masyarakat dan akses menuju kawasan tetap berjalan lancar. Bappeda mendorong adanya rekayasa lalu lintas yang terencana, penjadwalan pekerjaan yang tepat, serta koordinasi lintas perangkat daerah agar potensi kemacetan dapat diminimalkan.

Selain lalu lintas, aspek drainase menjadi perhatian utama. Bappeda menegaskan bahwa pembangunan kawasan Aerotropolis harus sejalan dengan sistem pengelolaan air yang berkelanjutan. Perencanaan drainase diarahkan agar tidak mengganggu aliran eksisting, mampu mengantisipasi peningkatan limpasan air hujan, serta mencegah potensi genangan dan banjir di kawasan sekitar.

Melalui pembahasan ini, Bappeda Kota Tangerang berharap pengembangan kawasan Aerotropolis dapat berjalan secara bertahap dan terukur, tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. Dengan perencanaan yang matang dan koordinasi yang kuat, kawasan Aerotropolis diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru yang tetap mengedepankan kenyamanan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan kota.