Bappeda Kota Tangerang Gelar Forum Rancangan Renja 2027, Perkuat Perencanaan Adaptif dan Kolaboratif untuk Daya Saing Daerah
Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah Kota Tangerang menggelar Forum Rancangan Rencana Kerja (Renja) Tahun
2027 pada Rabu (25/2/2026). Forum ini menjadi tahapan strategis dalam siklus
perencanaan pembangunan daerah guna menyelaraskan program perangkat daerah
dengan arah kebijakan pembangunan Kota Tangerang tahun ketiga pelaksanaan RPJMD
2025–2029.
Kegiatan yang dihadiri perwakilan
OPD, BUMD, akademisi, organisasi masyarakat, hingga pemangku kepentingan
lainnya ini merupakan bagian dari proses penyusunan dokumen perencanaan tahunan
yang telah melalui tahapan partisipatif, mulai dari rembuk warga, Musrenbang
kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kota.
Kepala Bappeda Kota Tangerang, Hj.
Yeti Rohaeti, dalam sambutannya menegaskan bahwa forum ini memiliki peran
penting dalam memastikan kualitas perencanaan yang terintegrasi, terukur, dan
berbasis data.
“Forum ini merupakan ruang
strategis untuk menyelaraskan program dan kegiatan perangkat daerah dengan arah
kebijakan pembangunan Kota Tangerang. Tema pembangunan Tahun 2027 adalah Pembangunan
yang Adaptif dan Kolaboratif untuk Percepatan Daya Saing Daerah. Tema ini
selaras dengan visi Kota Tangerang yang kolaboratif, maju, berkelanjutan,
sejahtera, dan berakhlakul karimah,” ujar Hj. Yeti Rohaeti.
Ia juga menyampaikan bahwa hasil
evaluasi Renja Tahun 2025 menunjukkan capaian kinerja yang sangat baik, di mana
mayoritas indikator melampaui target, termasuk Nilai IPPN Daerah, Indeks
Inovasi Daerah, serta kematangan inovasi yang mencapai lebih dari 110 persen
terhadap target. Realisasi keuangan pun tercatat di atas 97 persen.
Namun demikian, ia mengakui masih
terdapat tantangan pada aspek pengukuran kinerja yang belum sepenuhnya memenuhi
prinsip SMART dan belum terintegrasi secara sistem. Oleh karena itu, penguatan
E-SAKIP, integrasi sistem informasi, serta penyempurnaan indikator kinerja
menjadi prioritas pembenahan ke depan.
Dalam rancangan Renja 2027,
Bappeda merencanakan pelaksanaan 4 program, 15 kegiatan, dan 41 subkegiatan.
Program tersebut meliputi Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah, Program
Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Program Koordinasi
dan Sinkronisasi Perencanaan, serta Program Riset dan Inovasi Daerah.
Beberapa fokus strategis yang
akan dijalankan antara lain:
- Penyusunan dan pengendalian
dokumen perencanaan (RKPD dan Perubahan RKPD);
- Penguatan monitoring dan evaluasi
melalui LKjIP, LKPJ, dan evaluasi RPJMD;
- Kajian strategis bidang
pendidikan, ketenagakerjaan inklusif, kemiskinan, hingga pengembangan kawasan
strategis kota;
- Penguatan ekosistem riset dan
inovasi daerah.
Selain paparan dari Sekretaris
Bappeda dan Kepala Bidang Perencanaan Pemerintahan, forum juga diwarnai diskusi
aktif bersama perwakilan kampung tematik, akademisi, dunia usaha, hingga forum
kota sehat. Berbagai isu strategis mengemuka, mulai dari penguatan kampung
tematik, pengelolaan transportasi publik, pengurangan sampah 30 persen, hingga
pengembangan ikon kota dan kawasan strategis berbasis UMKM.
Sebagai penutup, Kepala Bappeda
mengajak seluruh peserta untuk menjadikan forum ini sebagai momentum memperkuat
sinergi lintas sektor.
“Kami berharap seluruh perangkat
daerah dapat membangun sinergitas yang kuat, menghindari tumpang tindih
program, serta memastikan setiap anggaran yang dikeluarkan memberikan dampak
nyata bagi masyarakat. Tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks,
sehingga dibutuhkan perencanaan yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis data,”
tegasnya.
Melalui Forum Rancangan Renja
2027 ini, Bappeda Kota Tangerang menegaskan komitmennya sebagai motor penggerak
kebijakan berbasis data dan inovasi, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan
yang akuntabel, inovatif, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan
masyarakat Kota Tangerang.