\

Bappeda Kota Tangerang Gelar Orientasi Penyusunan Dokumen Perencanaan Tahun 2027, Wali Kota Tekankan Perencanaan yang Terukur dan Berdampak

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang menggelar Orientasi Penyusunan Dokumen Perencanaan Tahun 2027 pada Selasa (9/12/2025), sebuah agenda strategis yang menjadi langkah awal dalam memastikan perencanaan pembangunan daerah tersusun secara komprehensif, terukur, dan selaras dengan RPJMD 2025–2029.

Kegiatan dibuka oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, yang menegaskan bahwa orientasi ini merupakan fondasi penting untuk menghasilkan perencanaan pembangunan yang berkualitas. Dalam arahannya, Wali Kota menekankan pentingnya kesiapan seluruh perangkat daerah dalam merumuskan perencanaan yang terukur dan berorientasi pada penyelesaian persoalan daerah.

“Orientasi penyusunan perencanaan pembangunan sangat penting sebagai langkah awal menuju perencanaan yang baik dan berkualitas. Setiap program harus menghitung langkah strategis untuk menyelesaikan permasalahan pembangunan serta mempertimbangkan sumber daya secara cermat,” ujar Wali Kota Sachrudin.

Ia juga mengingatkan bahwa penyusunan dokumen Tahun 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD, sehingga seluruh perangkat daerah harus fokus pada pencapaian visi misi pembangunan. Dengan adanya penurunan kemampuan keuangan daerah, Wali Kota menekankan perlunya prioritas pada program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat serta membatasi kegiatan seremonial.

Selain itu, Wali Kota menyampaikan berbagai tantangan pembangunan perkotaan seperti pengangguran, kemiskinan, persoalan banjir, kemacetan, persampahan, dan kawasan kumuh. Ia berharap orientasi ini dapat membangun pemahaman bersama sekaligus menyelaraskan perencanaan dengan pemerintah pusat dan Provinsi Banten.

Kegiatan orientasi menghadirkan dua narasumber, yaitu: Kepala Bappeda Kota Tangerang, Hj. Yeti Rohaeti, Narasumber dari Bappeda Provinsi Banten yang memaparkan mengenai Sinkronisasi Agenda Penyusunan Perencanaan Tahun 2026.

Dalam paparannya, Kepala Bappeda Hj. Yeti Rohaeti menyampaikan Agenda Pembangunan Tahun 2026 sebagai dasar penyusunan dokumen perencanaan Tahun 2027. Ia menjelaskan secara rinci tahapan penyusunan RKPD dan Renja 2027, mulai dari persiapan data, pembentukan tim penyusun, pelaksanaan Musrenbang di berbagai level, hingga proses verifikasi dan penetapan dokumen perencanaan.

Beliau juga menekankan bahwa penyusunan program tahun 2027 diarahkan untuk mendukung prioritas utama kepala daerah (gampang sekolah, gampang kerja, gampang sembako), fokus pada penanganan isu strategis seperti pengangguran, kemiskinan, inflasi, stunting, banjir, persampahan, dan peningkatan layanan publik, serta memastikan target indikator makro pembangunan dan indikator RKPD terintegrasi hingga RKA–DPA perangkat daerah.

Menutup kegiatan, Kepala Bappeda Hj. Yeti Rohaeti menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta. Beliau juga menekankan bahwa penyusunan dokumen perencanaan 2027 harus sepenuhnya berpedoman pada RPJMD 2025–2029 serta mampu menjawab isu-isu strategis pembangunan kota.

“Penyusunan program tahun 2027 harus berorientasi pada penyelesaian masalah dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Kita batasi kegiatan yang bersifat seremonial dan tidak berdampak pada pencapaian kinerja RPJMD,” ujarnya.

Beliau juga meminta agar Bappeda segera merumuskan hasil orientasi sebagai panduan seluruh perangkat daerah untuk menyusun dokumen rencana tahun 2027 secara tepat waktu dan sesuai kaidah perencanaan.

“Saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini dengan konsisten. Semoga hasil kegiatan ini menjadi landasan penting dalam percepatan penyusunan dokumen perencanaan 2027,” ungkapnya.

Kegiatan orientasi ini diharapkan memperkuat kualitas perencanaan pembangunan Kota Tangerang agar lebih tepat sasaran, terstruktur, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.