\

Bappeda Kota Tangerang Hadiri Pembahasan Laporan Akhir Kajian Teknis KSP Perbatasan Jabar–DKJ untuk Perkuat Integrasi Tata Ruang Regional

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang menghadiri Rapat Pembahasan Laporan Akhir Pekerjaan Kajian Teknis Kawasan Strategis Provinsi (KSP) Kawasan Perbatasan Provinsi Jawa Barat dan Daerah Khusus Jakarta yang diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Kamis (4/12/2025).

Pertemuan ini menjadi forum penting dalam memastikan sinkronisasi dan integrasi perencanaan ruang lintas-provinsi, khususnya pada wilayah yang berbatasan langsung antara Banten, Jawa Barat, dan Daerah Khusus Jakarta.

Kajian teknis yang dibahas dalam rapat tersebut merupakan upaya untuk mewujudkan perencanaan ruang yang terpadu, efektif, dan berkelanjutan sesuai amanat Perda Banten Nomor 1 Tahun 2023 tentang RTRW Banten 2023–2043. Dalam pembahasannya, disampaikan bahwa wilayah perbatasan memiliki urgensi strategis karena menjadi simpul pertumbuhan ekonomi, mobilitas penduduk, hingga kawasan pengendalian lingkungan yang harus dikelola bersama.

Berbagai isu lintas batas turut dipaparkan, mulai dari konektivitas transportasi, integrasi jaringan perumahan dan permukiman, pengendalian banjir antar-DAS, rencana pembangunan jaringan SPAM Karian–Serpong, hingga pengendalian aktivitas pertambangan dan potensi kerawanan bencana. Selain itu, sejumlah rencana pengembangan infrastruktur seperti MRT/LRT lintas provinsi, jaringan tol JORR II–III, serta pengembangan kawasan TOD menjadi fokus pembahasan karena berdampak langsung pada Kota Tangerang dan wilayah Tangerang Raya.

Bappeda Kota Tangerang memberikan perhatian pada pentingnya sinkronisasi perencanaan jaringan jalan penghubung dengan DKJ, terutama Jalan Sisi Selatan Saluran Mookervart, Terusan Jalan Benteng Betawi, serta Frontage Utara Tol Jakarta–Tangerang. Selain itu, isu penanganan banjir lintas wilayah, kesiapan RTH sebagai area resapan, serta penguatan mitigasi risiko bencana seperti likuefaksi dan sesar aktif juga menjadi perhatian utama.

Rapat ini juga mengakomodasi berbagai masukan dari pemerintah kabupaten/kota lain di Banten dan provinsi berbatasan, termasuk rencana pengembangan Kota Baru Maja, peningkatan layanan infrastruktur permukiman, hingga penguatan sektor ketahanan pangan, pariwisata, dan ekonomi kawasan.

Melalui kehadiran dalam rapat pembahasan laporan akhir ini, Bappeda Kota Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dalam penataan ruang lintas-provinsi. Integrasi pembangunan perbatasan diharapkan tidak hanya menyelesaikan permasalahan metropolitan seperti kemacetan, banjir, dan sampah, tetapi juga mendorong pertumbuhan kawasan yang lebih merata, efisien, dan berkelanjutan.