Bappeda Kota Tangerang Hadiri Rapat Percepatan Akses Keuangan Daerah dan IKAD Bersama OJK Banten
Sekretaris Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang menghadiri rapat yang
diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Banten, Selasa, (8/7).
Rapat ini membahas percepatan akses keuangan daerah serta Indikator Akses
Keuangan Daerah (IKAD) guna mendorong inklusi keuangan yang berdampak pada
kemajuan ekonomi masyarakat.
Dalam rapat, disampaikan bahwa
akses keuangan yang inklusif memberikan dampak positif dalam membuka peluang bagi
kemajuan ekonomi dan mencegah masyarakat terjebak dalam kondisi stagnan. Oleh
karena itu, inklusi dalam pelayanan jasa keuangan sangatlah penting. Salah satu praktik baik yang dicontohkan
adalah koordinasi antara Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dengan
OJK melalui sharing data UMKM dari pemerintah daerah. Data ini dimanfaatkan
perbankan untuk menjaring UMKM yang belum memiliki akses permodalan secara
proaktif.
TPAKD akan mendorong akses
keuangan Daerah yang inklusif melalui
peningkatan inklusi perbankan dan peningkatan literasi layanan jasa keuangan.
Data empiris menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1% literasi keuangan dapat
meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 0,16%. Untuk mendukung
hal ini, IKAD menjadi indikator wajib bagi semua provinsi, kabupaten, dan kota,
yang dihitung OJK menggunakan data dari Kemenko Perekonomian, Bank Indonesia,
OJK, dan Bappenas. Data komposit IKAD akan dirilis setiap semester, dengan
baseline dan proyeksi target telah diterbitkan oleh OJK.
Rapat juga menyoroti adanya sub-kegiatan baru terkait TPAKD dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dengan kode indikator 001168, yang dapat digunakan untuk penganggaran mulai tahun 2026. Sekretaris Bappeda Kota Tangerang menyatakan kesiapan daerah untuk mendukung program ini demi tercapainya akses keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.