\

Bappeda Kota Tangerang Koordinasi ke Bappenas, Bahas Pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)

Dalam upaya memastikan ketepatan sasaran program pembangunan sosial, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang melakukan koordinasi dan konsultasi ke Kementerian PPN/Bappenas terkait pemanfaatan dan berbagi pakai Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Kamis (4/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 6 Direktorat Data Pembangunan dan Pemerintahan Digital tersebut menindaklanjuti adanya perbedaan data DTSEN antara Bappenas dan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk desil 1–5 di Kota Tangerang, dengan selisih mencapai kurang lebih 77 ribu jiwa. Padahal, kedua kementerian tersebut sama-sama merujuk pada sumber dasar dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Dalam forum tersebut, Bappeda Kota Tangerang menguraikan sejumlah kemungkinan penyebab terjadinya perbedaan data, di antaranya perbedaan waktu cut-off pemutakhiran data, perbedaan metodologi pengolahan dan pembersihan data (data cleaning), integrasi dengan data sektoral lain seperti data bantuan sosial, hingga faktor tingginya mobilitas penduduk di Kota Tangerang sebagai wilayah penyangga Jabodetabek.

Selisih data ini dinilai berpotensi menimbulkan berbagai dampak terhadap perencanaan dan pelaksanaan kebijakan. Mulai dari ketidaktepatan penetapan sasaran (inclusion dan exclusion error), ketidakakuratan perhitungan kebutuhan anggaran, kesulitan sinkronisasi program pusat dan daerah, hingga hambatan dalam monitoring dan evaluasi program pengentasan kemiskinan.

Kepala Bidang Perencanaan Sosial, Kemasyarakatan dan Perekonomian Bappeda Kota Tangerang, Teuku Sulaemansyah, SE., MAP, menegaskan bahwa keseragaman data menjadi kunci utama efektivitas intervensi kebijakan.

“Perbedaan data sebesar ±77 ribu jiwa tentu sangat signifikan bagi Kota Tangerang. Hal ini akan berpengaruh pada ketepatan sasaran program, perhitungan anggaran, serta sinkronisasi antara perencanaan dan implementasi di lapangan. Oleh karena itu, kami mendorong adanya kejelasan dan penyelarasan data agar intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Bappenas menyampaikan bahwa diperlukan waktu untuk melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap data 77 ribu jiwa yang belum muncul dalam DTSEN versi Bappenas. Proses verifikasi ini diharapkan dapat menghasilkan basis data yang lebih solid dan terintegrasi.

Melalui koordinasi ini, Bappeda Kota Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penggunaan satu data yang akurat dan terintegrasi sebagai fondasi dalam perencanaan pembangunan sosial dan ekonomi di Kota Tangerang, sehingga setiap kebijakan yang dirumuskan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.