Bappeda Kota Tangerang, PUPR, DPMPTSP, dan PT Angkasa Pura Indonesia Tinjau Rencana Pengembangan Kawasan Sekitar Bandara Soekarno–Hatta dalam rangka mewujudkan Kota Aerotropolis
Kepala
Bappeda Kota Tangerang bersama jajaran, didampingi Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang (PUPR), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
(DPMPTSP), serta PT Angkasa Pura Indonesia, melakukan serangkaian peninjauan
lapangan terkait rencana penataan dan pemanfaatan lahan Frontage Utara Bandara
Soekarno–Hatta, Selasa (2/12/2025).
Kegiatan
ini menjadi tahapan dalam implementasi rancangan pengembangan kawasan strategis
yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas, kelancaran mobilitas, dan
kualitas ruang kota serta mendukung percepatan pengembangan Kawasan Bisnis
Aerotropolis.
Peninjauan
awal dilakukan di jalur perimeter utara sisi barat bandara hingga Jalan
Marsekal Suryadarma. Survey ini bertujuan mematangkan rencana pembangunan
promenade di sepanjang saluran irigasi utara yang akan difungsikan sebagai
ruang publik baru bagi masyarakat. Selain itu, tim juga meninjau rencana
pembangunan jembatan looping sebagai solusi peningkatan sirkulasi kendaraan dan
aksesibilitas kawasan. Kehadiran PT Angkasa Pura Indonesia memastikan
sinkronisasi rencana dengan pengembangan area bandara.
Rombongan
melanjutkan peninjauan ke Jalan Kali Perancis, salah satu jalur yang kerap
mengalami kepadatan kendaraan. Survey ini dilakukan untuk memetakan kebutuhan
penataan yang meliputi rekayasa lalu lintas, potensi pelebaran jalan, serta
penambahan fasilitas pendukung. Penataan kawasan ini menjadi krusial mengingat
jalur tersebut merupakan akses penting menuju Bandara Soekarno–Hatta.
Survey
terakhir dilakukan di jalur perimeter utara sisi timur bandara. Kawasan ini
memiliki potensi besar sebagai koridor Frontage Utara yang akan membuka akses
baru dari bandara menuju wilayah Benda dan Rawa Bokor. Tim memeriksa kesiapan
lahan, potensi hambatan teknis, serta titik strategis untuk pengembangan akses
baru. Keterlibatan PT Angkasa Pura Indonesia pada tahap ini memastikan rencana
frontage terintegrasi dengan sistem pergerakan bandara.
Kepala
Bappeda Kota Tangerang, Hj. Yeti Rohaeti, menegaskan bahwa peninjauan lapangan
ini merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh rencana strategis
penataan dan pemanfaatan lahan Frontage Utara yang telah disusun dapat
diimplementasikan secara terukur.
“Peninjauan
ini merupakan penguatan teknis untuk memastikan rencana penataan dan
pemanfaatan lahan Frontage Utara untuk pengembangan kawasan aerotropolis dapat
diimplementasikan secara terukur. Kami memverifikasi, mengumpulkan data, dan
mengidentifikasi potensi masalah secara langsung di lokasi guna memastikan
kesesuaian rencana dengan kondisi ril,” ujarnya.
Beliau juga menyampaiak bahwa Bappeda berperan dalam mengkoordinasikan penyelarasan rencana dengan kebutuhan teknis di lapangan, termasuk ketepatan alokasi ruang, kesiapan infrastruktur dasar, serta keselarasan dengan dokumen perencanaan.
Melalui rangkaian peninjauan bersama ini, Pemerintah Kota Tangerang dan PT. Angkasa Pura Indonesia menegaskan komitmen untuk mendorong konektivitas, memberikan solusi kemacetan, serta menciptakan ruang kota yang lebih tertata. Hasil survey akan menjadi dasar penting dalam penyusunan konsep penataan terpadu yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan perkembangan kawasan sekitar Bandara Soekarno-Hatta.