Bappeda 55FM Vol. 42 Bahas Rencana Perubahan SOTK, Perkuat Transformasi Organisasi Menuju BAPPERIDA yang Adaptif dan Inovatif
Transformasi kelembagaan menjadi
salah satu fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang
semakin adaptif terhadap tantangan pembangunan. Menjawab dinamika tersebut,
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang menggelar Bappeda
55FM (Sharing Session on Friday Morning) Vol. 42 dengan mengusung tema
"Diskusi tentang Rencana Perubahan SOTK Bappeda", Jum’at (10/7/26).
Kegiatan ini menjadi ruang
diskusi sekaligus penguatan pemahaman seluruh pegawai mengenai arah penyesuaian
Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) sebagai bagian dari transformasi
kelembagaan menuju organisasi perencanaan yang lebih efektif, efisien, dan
adaptif.
Dalam sesi pemaparan dijelaskan
bahwa rencana penyesuaian SOTK merupakan tindak lanjut dari berbagai regulasi
nasional, di antaranya Permendagri Nomor 7 Tahun 2023 yang mengatur integrasi
fungsi riset ke dalam badan perencanaan daerah sehingga nomenklatur perangkat
daerah menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah
(BAPPERIDA). Kebijakan tersebut juga didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 78
Tahun 2021, serta Peraturan BRIN Nomor 5 Tahun 2023.
Pada forum juga dijelaskan bahwa
penyusunan SOTK baru bertujuan untuk menata organisasi pemerintah daerah agar
semakin efisien, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan pembangunan. Selain
mengoptimalkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi setiap perangkat daerah,
perubahan ini juga diharapkan mampu meningkatkan koordinasi antarunit
organisasi sehingga penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan lebih baik.
Penyusunan struktur organisasi dilakukan berdasarkan prinsip efisiensi,
efektivitas, fleksibilitas, serta akuntabilitas agar mampu menyesuaikan dinamika
kebutuhan daerah tanpa mengabaikan tata kelola yang profesional.
Dalam diskusi tersebut turut
dipaparkan alur penyusunan SOTK yang diawali dari analisis kebutuhan organisasi
berdasarkan visi, misi, dan prioritas pembangunan daerah, dilanjutkan dengan
evaluasi terhadap struktur organisasi yang ada, penyusunan rancangan SOTK,
penetapan melalui regulasi daerah, hingga tahapan sosialisasi dan implementasi
kepada seluruh pegawai. Proses tersebut diharapkan mampu menghasilkan struktur
organisasi yang selaras dengan arah pembangunan Kota Tangerang serta kebutuhan
pelayanan publik di masa mendatang.
Berbagai alternatif rancangan
struktur organisasi turut menjadi bahan pembahasan, termasuk penyesuaian
nomenklatur bidang, penguatan fungsi perencanaan, evaluasi, pelaporan, riset
dan inovasi, serta pembagian urusan yang lebih proporsional guna meningkatkan
efektivitas koordinasi lintas sektor. Dengan penguatan fungsi riset dan
inovasi, Bappeda diharapkan mampu menghasilkan perencanaan pembangunan yang
semakin berbasis data, kajian ilmiah, serta mampu menjawab tantangan
pembangunan daerah secara lebih komprehensif.
Kepala Bappeda Kota Tangerang,
Hj. Yeti Rohaeti, menyampaikan bahwa Bappeda 55FM tidak hanya menjadi wadah
berbagi pengetahuan, tetapi juga sarana membangun kesamaan persepsi seluruh
pegawai dalam menghadapi perubahan organisasi yang akan datang.
"Perubahan SOTK bukan
sekadar perubahan struktur maupun nomenklatur organisasi, tetapi merupakan
langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dalam menghadirkan
perencanaan pembangunan yang semakin responsif, adaptif, dan berbasis inovasi.
Melalui forum Bappeda 55FM ini, kami ingin seluruh pegawai memahami arah
transformasi organisasi sehingga setiap proses perubahan dapat berjalan secara
kolaboratif dan menghasilkan pelayanan perencanaan pembangunan yang semakin
berkualitas bagi masyarakat Kota Tangerang," ujar Yeti.
Melalui Bappeda 55FM Vol. 42 ini,
diharapkan seluruh jajaran Bappeda Kota Tangerang memiliki pemahaman yang sama
mengenai urgensi perubahan SOTK sebagai bagian dari transformasi organisasi
menuju BAPPERIDA.
Dengan struktur organisasi yang
disusun berdasarkan analisis kebutuhan, evaluasi jabatan, serta pemetaan
kompetensi pegawai, diharapkan tata kelola organisasi semakin optimal dalam
mendukung tercapainya visi Kota Tangerang yang kolaboratif, maju,
berkelanjutan, sejahtera, dan berakhlakul karimah.