Bappeda 55FM Vol. 45, Belajar Kemandirian Pangan dari Ayodha Farm
Ketahanan pangan tidak hanya
berbicara tentang ketersediaan bahan pangan, tetapi juga bagaimana masyarakat
dapat mengenal, mengelola, hingga memproduksi pangan secara mandiri. Semangat
tersebut menjadi fokus Bappeda 55FM Vol. 45 yang kali ini mengangkat tema
“Belajar Mengenai Konsep Food Self-Sufficiency (Kemandirian Pangan)” melalui
kunjungan dan sharing session ke Ayodha Farm, Kecamatan Cipondoh, Kota
Tangerang, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang digelar Bappeda
Kota Tangerang ini menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus pembelajaran
langsung mengenai konsep kemandirian pangan berbasis pertanian perkotaan. Para pegawai
berkesempatan melihat secara langsung berbagai aktivitas budidaya yang
dikembangkan Ayodha Farm, mulai dari sayuran, buah-buahan, unggas, telur,
hingga ikan.
Kepala Bappeda Kota Tangerang,
Hj. Yeti Rohaeti, mengatakan Ayodha Farm memiliki konsentrasi yang sejalan
dengan upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan di Kota Tangerang.
“Kebetulan di Ayodha Farm ini concern
terhadap pangan, yaitu pangannya di sini ada berupa sayuran, buah-buahan,
unggas, telur, dan juga ikan,” ujar Yeti.
Menurutnya, keberadaan Ayodha
Farm tidak hanya menjadi tempat produksi pangan, tetapi juga dapat menjadi
sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal konsep agrobisnis dan praktik
budidaya pangan yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.
“Ayodha Farm ini sebagai edukasi
untuk kita semua di bidang agrobisnis. Mudah-mudahan Kota Tangerang bisa
berkembang dan tentu ini dalam rangka untuk mendukung program Gampang Sembako,”
katanya.
Yeti juga mengajak masyarakat
untuk turut mendukung Gerakan Gampang Sembako melalui kegiatan sederhana yang
dapat dilakukan dari lingkungan rumah, salah satunya dengan menanam sayuran
maupun buah-buahan.
“Mari kita dukung Gerakan Gampang
Sembako melalui bertanam, baik itu sayuran dan buah-buahan. Mari kita wujudkan
Kota Tangerang untuk bisa berswasembada pangan, salah satunya dengan
mengunjungi Ayodha Farm untuk belajar banyak hal di tempat ini,” tambahnya.
Sementara itu, Manager Marketing
Ayodha Farm, Janatul Fisdaus atau yang akrab disapa Jafis, menjelaskan Ayodha
Farm telah beroperasi selama lebih dari empat tahun dan mendapat sambutan
positif dari masyarakat. Selain menjadi pusat distribusi, Ayodha Farm juga
dikembangkan sebagai tempat edukasi pertanian dan peternakan bagi berbagai
kelompok usia.
“Alhamdulillah kita sudah berdiri
atau beroperasi itu lebih dari empat tahun dan sambutan masyarakat juga bagus.
Di sini tidak ada keluhan bau dan sebagainya. Kita juga pusat distribusi dan
kita juga tempat edukasi,” jelas Jafis.
Ia mengatakan, kegiatan edukasi
di Ayodha Farm telah menyasar berbagai kalangan, mulai dari anak-anak TK dan SD
hingga masyarakat umum yang ingin mempelajari budidaya pangan secara langsung.
Pada akhir pekan, masyarakat juga dapat berkunjung untuk melihat secara
langsung praktik budidaya ikan, ayam, maupun hidroponik.
“Jadi ini sangat membantu warga
yang ingin memulai usaha, tapi dia bingung visualnya seperti apa. Daripada dia
sudah beli kelas pelatihan mahal-mahal, mendingan ke sini saja, dengan harga tiket
masuk yang hanya Rp5.000,00 di sini warga bisa lihat visual dan belajar secara
langsung,” ungkapnya.
Jafis mencontohkan, masyarakat
yang tertarik mengembangkan hidroponik dapat melihat langsung penerapannya di
Ayodha Farm, termasuk memahami gambaran teknis seperti ukuran dan ketinggian
instalasi sebelum menerapkannya secara mandiri.
“Jadi kita edukasinya dari mulai
TK sampai dengan orang mau pensiun,” tuturnya.
Melalui Bappeda 55FM Vol. 45 ini,
Bappeda Kota Tangerang mendorong penguatan wawasan pegawai dan masyarakat
mengenai pentingnya kemandirian pangan sekaligus membuka perspektif bahwa
produksi pangan dapat dikembangkan di tengah lingkungan perkotaan.
Kegiatan tersebut diharapkan
dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pangan di Kota Tangerang,
sekaligus mendukung Gerakan Gampang Sembako melalui pemanfaatan lahan dan
pengembangan budidaya pangan yang dapat dilakukan secara berkelanjutan oleh
masyarakat.