Bappeda Kota Tangerang Bahas Strategi City Branding, Dorong Tangerang Jadi Kota Bisnis Berdaya Saing
Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (Bappeda) Kota Tangerang melalui Bidang Riset dan Inovasi Daerah
menggelar Rapat Wawancara terkait Program Pembangunan dan Layanan Tourist,
Trader, Talent, dan Investor (TTTI) di Kota Tangerang, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan ini melibatkan beberapa pihak terkait menggali potensi dan identitas khas
Kota Tangerang sebagai dasar penguatan city branding.
Rapat tersebut membahas berbagai
potensi unggulan Kota Tangerang, mulai dari sektor perdagangan, pergudangan,
industri manufaktur, transportasi udara, hingga pengembangan kawasan
aerotropolis yang terintegrasi dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Selain itu, diskusi juga menyoroti potensi wisata budaya seperti Festival
Cisadane, kawasan Cina Benteng, kuliner khas Laksa Tangerang, hingga peluang
pengembangan wisata belanja berbasis pergudangan.
Dalam forum tersebut, berbagai
OPD turut menyampaikan pandangan dan data strategis mengenai perkembangan
investasi, pertumbuhan ekonomi, hingga penguatan sektor UMKM. Tercatat,
realisasi investasi Kota Tangerang pada tahun 2025 berhasil melampaui target
dengan capaian mencapai Rp17 triliun dari target Rp13 triliun. Sementara itu,
jumlah Nomor Induk Berusaha (NIB) UMKM juga mengalami peningkatan signifikan
dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi
Daerah Bappeda Kota Tangerang, Hj. Euis Nurlaila, menyampaikan bahwa kegiatan
ini menjadi langkah penting untuk merumuskan penguatan identitas Kota Tangerang yang kuat dan kompetitif di
tengah perkembangan wilayah metropolitan.
“Melalui forum ini, kami ingin
menggali lebih dalam identitas dan potensi unik Kota Tangerang agar city
branding yang dibangun benar-benar merepresentasikan karakter kota serta
aspirasi masyarakat. Kota Tangerang memiliki kekuatan besar di sektor bisnis,
perdagangan, jasa, dan konektivitas melalui bandara internasional yang harus
terus diperkuat sebagai daya saing daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsep city
branding yang sedang disusun diharapkan mampu memperkuat citra Kota Tangerang
sebagai emerging business city sekaligus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi
berbasis perdagangan, logistik, industri, dan layanan jasa modern.
Selain itu, pembahasan juga
menyoroti pentingnya pengembangan kawasan aerotropolis sebagai pusat ekonomi
baru yang terintegrasi dengan sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and
Exhibition), pendidikan, hingga pergudangan modern. Kawasan tersebut dinilai
dapat menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus memperkuat posisi Kota
Tangerang sebagai hub bisnis dan perdagangan nasional maupun internasional.
Melalui kegiatan ini, Bappeda
Kota Tangerang berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memiliki pemahaman
yang sama dalam membangun identitas daerah yang kuat, inovatif, dan mampu
meningkatkan daya tarik Kota Tangerang bagi wisatawan, pelaku usaha, investor,
maupun masyarakat luas.