Bappeda Kota Tangerang Dorong Solusi Pelayanan Air Minum Zona 3 Lewat Koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum
Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (Bappeda) Kota Tangerang melakukan koordinasi dan konsultasi dengan
Direktorat Air Minum Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait permohonan izin
rencana pelayanan air minum Zona 3 Kota Tangerang. Pertemuan tersebut
dilaksanakan pada Senin, 9 Maret 2026 di Ruang Rapat Direktorat Air Minum
Lantai 8 Gedung Kementerian PU.
Pertemuan tersebut dihadiri
langsung oleh Kepala Bappeda Kota Tangerang Hj. Yeti Rohaeti beserta jajaran
serta turut hadir pula perwakilan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta
Benteng dan Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kota
Tangerang. Koordinasi ini diterima langsung oleh Direktur Air Minum Kementerian
PU, Oscar R.H. Siagian.
Pembahasan difokuskan pada
rencana pelayanan air minum di Zona 3 Kota Tangerang, khususnya untuk memenuhi
kebutuhan air bersih di Kecamatan Ciledug dan Kecamatan Larangan. Hal ini
menyusul adanya penundaan penyelesaian proyek Sistem Penyediaan Air Minum
(SPAM) Regional Karian–Serpong yang diperkirakan baru akan selesai pada tahun
2030.
Sebagai langkah antisipasi
terhadap kebutuhan air bersih yang mendesak, Pemerintah Kota Tangerang
merencanakan pembangunan SPAM Asdam yang berlokasi di Cikokol. Saat ini
pembangunan SPAM Asdam telah memasuki tahap pemasangan jaringan distribusi
utama (JDU) dan jaringan distribusi bagi (JDB), sementara reservoar telah
terbangun.
Dengan adanya rencana tersebut,
Pemerintah Kota Tangerang mengajukan permohonan kepada Direktorat Air Minum Kementerian
PU untuk dapat mengurangi penyerapan volume air curah dari SPAM Karian–Serpong
yang sebelumnya direncanakan sebesar 750 liter per detik. Usulan ini mendapat
respons positif dari pihak Kementerian PU dengan catatan agar Pemerintah Kota
Tangerang menyampaikan surat resmi terkait besaran volume yang akan diajukan.
Selain itu, dalam pertemuan
tersebut juga dibahas kemungkinan dukungan pemerintah pusat dalam pembangunan
infrastruktur pendukung seperti reservoar, jaringan distribusi utama (JDU),
jaringan distribusi bagi (JDB), serta jaringan retikulasi dengan kapasitas 100
liter per detik.
Kepala Bappeda Kota Tangerang,
Hj. Yeti Rohaeti, menyampaikan bahwa koordinasi ini merupakan bagian dari upaya
Pemerintah Kota Tangerang untuk memastikan pelayanan air bersih bagi masyarakat
tetap berjalan optimal meskipun terdapat dinamika pada proyek regional.
“Koordinasi ini menjadi langkah
penting bagi Pemerintah Kota Tangerang untuk memastikan kebutuhan pelayanan air
minum masyarakat, khususnya di wilayah Ciledug dan Larangan, tetap dapat
terpenuhi. Kami juga akan menindaklanjuti hasil pertemuan ini dengan penyusunan
kajian serta penyampaian surat resmi kepada Direktorat Air Minum Kementerian PU
terkait pengurangan penyerapan air curah dan permohonan dukungan pembangunan
infrastruktur,” ujar Yeti.
Langkah ini diharapkan dapat
memperkuat perencanaan penyediaan air minum serta meningkatkan layanan air
bersih bagi masyarakat Kota Tangerang.