Bappeda Kota Tangerang Ekspose Hasil Penelitian Rejuvenasi Identitas Kota, Perkuat Arah City Branding Berkelanjutan
Kota Tangerang memiliki beragam potensi
yang dapat menjadi identitas pembeda, mulai dari Bandara Internasional
Soekarno-Hatta, Sungai Cisadane, hingga kekayaan budaya dan keberagaman
masyarakat. Namun, potensi tersebut perlu diperkuat dengan narasi kota yang
konsisten agar tidak hanya menjadi aset, tetapi juga membentuk citra dan daya
tarik Kota Tangerang di mata masyarakat, investor, maupun wisatawan.
Untuk itu, Bappeda Kota Tangerang
menggelar Penelitian Rejuvenasi Identitas Kota Tangerang yang hasil laporan
akhirnya telah diekspos pada Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini membahas hasil
penelitian mengenai perkembangan identitas kota, persepsi para pemangku
kepentingan, aset pembeda, serta arah pengembangan identitas Kota Tangerang ke
depan.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah
(Rida) Bappeda Kota Tangerang, Hj. Euis Nurlaila, menyampaikan bahwa hasil
penelitian ini menjadi bahan penting untuk memperkuat arah pembangunan kota,
khususnya dalam menyelaraskan identitas yang telah melekat dengan visi masa
depan Kota Tangerang.
“Identitas Kota Tangerang yang sudah
terbentuk selama ini perlu tetap menjadi bagian dari perjalanan menuju masa
depan. Karena itu, diperlukan benang merah yang menghubungkan identitas lama
dengan arah pengembangan baru, dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,
dengan melihat potensi dan peluang yang ada untuk kesejahteraan masyarakat.”
ujar Euis.
Berdasarkan hasil penelitian, Kota
Tangerang mengalami perkembangan identitas dari kota budaya dan kerajinan, kota
industri, hingga kota perdagangan, jasa, dan logistik. Ke depan, konsep
Aerotropolis atau ‘Gerbang Indonesia’ dinilai memiliki potensi sebagai arah
pengembangan jangka panjang dengan memanfaatkan kedekatan Kota Tangerang dengan
Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang didukung dengan pengembangan Pilar Bisnis
yang tumbuh dalam keberagaman, Pilar Wisata yang ramah dan Pilar Kultur dengan
nilai akhlaqul karimah.
Euis menegaskan, penguatan identitas
kota perlu diiringi langkah nyata melalui pembangunan fisik, peningkatan
kualitas kawasan, serta penguatan branding yang berakar pada karakter lokal.
Dengan demikian, identitas baru Kota Tangerang tidak berhenti pada slogan,
tetapi tercermin dalam perkembangan kota dan pengalaman masyarakat.
Melalui kajian ini, Bappeda Kota
Tangerang diharapkan dapat memanfaatkan hasil penelitian sebagai bahan pertimbangan
dalam merumuskan arah rejuvenasi identitas kota yang relevan, berkelanjutan,
serta mampu memperkuat daya saing Kota Tangerang tanpa meninggalkan sejarah dan
nilai-nilai lokalnya.