\

Bappeda Kota Tangerang Perkuat Harmoni Masyarakat melalui Pengukuran IHaI 2026

Harmoni masyarakat bukan sekadar tentang hidup berdampingan, tetapi juga bagaimana setiap warga merasa dilibatkan, mendapatkan kesempatan yang setara, dan merasakan manfaat pembangunan. Untuk memperkuat hal tersebut, Bappeda Kota Tangerang menggelar pembahasan mengenai Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) pada Rabu (14/10/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Tim Kerja Pemerintahan Umum, Rani Susera, serta menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, Marianus Aleksander Jemahu dan Tim Peneliti yaitu Direktur Wellbeing Institute, Dr. Jadi Suriadi. Kegiatan ini menjadi ruang koordinasi untuk memperdalam pemahaman mengenai urgensi penguatan harmoni masyarakat sekaligus membahas hasil pengukuran IHaI 2026 sebagai salah satu bahan pendukung perencanaan pembangunan daerah.

Dalam pemaparannya, Marianus Aleksander Jemahu menjelaskan konteks dan urgensi penguatan Harmoni Indonesia, termasuk pentingnya menjadikan harmoni sebagai bagian dari perhatian pemerintah dalam penyelenggaraan pemerintahan umum dan pembangunan daerah. Pengukuran IHaI diharapkan dapat membantu pemerintah memahami kondisi sosial masyarakat secara lebih terarah sebagai dasar dalam menentukan kebijakan yang relevan dengan kebutuhan di lapangan.

Selanjutnya, Jadi Suriadi memaparkan praktik baik IHaI 2026 serta gambaran umum hasil pengukuran. Materi tersebut menekankan bahwa pengukuran IHaI tidak hanya berorientasi pada angka indeks, tetapi juga menggali persepsi, partisipasi, dan akseptabilitas masyarakat, serta menghimpun aspirasi berupa usulan, saran, dan kritik. Informasi tersebut dapat digunakan untuk memetakan kondisi harmoni berdasarkan wilayah dan karakteristik responden, sehingga kebutuhan serta prioritas masyarakat dapat dipahami secara lebih menyeluruh.

Ketua Tim Kerja Pemerintahan Umum, Rani Susera, menyampaikan bahwa pembahasan IHaI menjadi langkah penting untuk memperkuat pemahaman terhadap kondisi harmoni masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan hasil pengukuran dalam proses perencanaan pembangunan.

“Melalui rapat koordinasi ini, kami ingin memastikan bahwa Indeks Harmoni Indonesia tidak hanya dipahami sebagai indikator pengukuran, tetapi juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan memahami kondisi dan aspirasi warga, upaya penguatan harmoni dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, hasil pengukuran IHaI dapat menjadi salah satu sumber evidence dalam penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis data. Sejumlah aspek yang dapat menjadi perhatian meliputi penguatan ekonomi dan kesempatan kerja, pemeliharaan gotong royong serta budaya lokal, penguatan toleransi dan kerukunan, hingga penyusunan intervensi pembangunan yang menyesuaikan karakteristik masing-masing wilayah.

Melalui rapat koordinasi ini, Bappeda Kota Tangerang diharapkan dapat memperkuat sinergi dan pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan, sehingga kebijakan yang dirumuskan tidak hanya berorientasi pada pencapaian indikator, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung terwujudnya Kota Tangerang yang harmonis, inklusif, dan sejahtera.