Bappeda Kota Tangerang Terus Dorong Peningkatan Kinerja Pembangunan Literasi di Kota Tangerang
Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang terus berupaya
meningkatkan kinerja pembangunan literasi di Kota Tangerang, dengan menggelar
Focus Group Discussion (FGD) Tindak Lanjut Hasil Penilaian Indeks Pembangunan
Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Tahun 2025,
Selasa (21/4/2026).
FGD
yang dipimpin oleh Sekretaris Bappeda Kota Tangerang ini menghadirkan
narasumber serta diskusi interaktif guna mengidentifikasi berbagai tantangan
sekaligus peluang dalam penguatan ekosistem literasi daerah. Dalam pembukaan,
disampaikan bahwa forum ini diharapkan mampu menghasilkan masukan konstruktif
bagi penyempurnaan kebijakan dan program literasi ke depan.
Sekretaris
Bappeda Kota Tangerang, Tri Rachmah Fadjria, menegaskan bahwa kegiatan ini
merupakan langkah penting dalam memperkuat arah kebijakan literasi daerah. Ia
menyampaikan bahwa hasil evaluasi IPLM dan TKM harus menjadi dasar dalam
merumuskan program yang lebih tepat sasaran.
“Melalui
FGD ini, kita ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dan program literasi yang
disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus mendorong
peningkatan kualitas layanan perpustakaan dan kapasitas SDM secara
berkelanjutan,” ujarnya.
Diketahui,
skors IPLM Kota Tangerang pada saat ini berada diangka 9,46, dengan skors
tersebut Pemkot Tangerang masih perlu untuk meningkatkan kinerjanya khususnya
pada aspek koleksi perpustakaan dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Selain
itu, layanan perpustakaan masih perlu untuk dioptimalkan kembali, dengan
penambahan inovasi baru yang berorientasi penuh pada kebutuhan masyarakat.
Sementara
itu, dari sisi TKM, terungkap bahwa kemampuan membaca masyarakat relatif
tinggi, namun kebiasaan membaca masih rendah. Kondisi ini menunjukkan adanya
kesenjangan antara kemampuan dan perilaku membaca. Untuk mengatasi hal
tersebut, diperlukan pembangunan ekosistem literasi yang kuat serta memudahkan
akses bahan bacaan di masyarakat.
Dalam
forum tersebut, sejumlah langkah strategis dirumuskan sebagai tindak lanjut, di
antaranya optimalisasi program dan anggaran, peningkatan kapasitas SDM
perpustakaan, penguatan inovasi layanan berbasis kebutuhan masyarakat, serta
pengembangan koleksi dan sarana prasarana perpustakaan. Selain itu, penguatan
kolaborasi dengan berbagai stakeholder dan perbaikan sistem data serta
pelaporan juga menjadi perhatian utama.
Tak
hanya itu, peningkatan budaya literasi masyarakat turut menjadi fokus melalui
berbagai program yang mendorong kebiasaan membaca serta memperluas akses
terhadap bahan bacaan. Langkah ini dinilai penting untuk menggeser paradigma
literasi dari sekadar kemampuan menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan
sehari-hari masyarakat.
Melalui
FGD ini, Bappeda Kota Tangerang menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan
indeks literasi daerah. Dengan sinergi antar perangkat daerah dan dukungan
berbagai pihak, diharapkan kualitas literasi masyarakat Kota Tangerang dapat
meningkat secara signifikan dan berdaya saing.