\

Bappeda Tangerang Bagikan Strategi Penguatan Inovasi Daerah, Jadi Rujukan Bapperida Kota Serang

Inovasi daerah tidak cukup hanya melahirkan ide baru, tetapi harus mampu menjawab persoalan masyarakat dan memberikan dampak nyata. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Rapat Coaching Clinic Pembinaan Inovasi Daerah yang diselenggarakan BAPPERIDA Kota Serang, Selasa (6/10/2026), dengan menghadirkan Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah (Rida) Bappeda Kota Tangerang, Hj. Euis Nurlaila, sebagai narasumber.

Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman antara Kota Tangerang dan Kota Serang dalam memperkuat ekosistem inovasi daerah, mulai dari proses pembinaan, penyusunan inovasi, monitoring dan evaluasi, hingga strategi agar inovasi dapat direplikasi dan memberikan manfaat lebih luas.

Kepala Bapperida Kota Serang, W. Hari Pamungkas, S.STP., M.Si., mengatakan bahwa pembelajaran dari Kota Tangerang merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas inovator sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Serang.

“Kami belajar ke Kota Tangerang karena ada keinginan untuk maju, meningkatkan pelayanan publik, dan sebagai bentuk rasa cinta kepada Kota Serang. Dengan belajar kepada guru, pengalaman yang kita lakukan ada petunjuknya. Bagaimana kita memecahkan masalah dengan inovasi dan ide-ide kreatif sangat bergantung pada kecepatan kita belajar dan menindaklanjuti setiap masalah yang masuk melalui aduan masyarakat,” ujar Hari.

Menurutnya, kecepatan pemerintah dalam merespons berbagai persoalan menjadi semakin penting seiring berkembangnya teknologi dan media sosial. Ia mencontohkan, sejumlah aplikasi yang telah dikembangkan Kota Tangerang turut menjadi referensi bagi Kota Serang, meski penerapannya tetap disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Hj. Euis Nurlaila memaparkan sejumlah praktik pembinaan inovasi yang dilakukan di Kota Tangerang. Ia menjelaskan, penguatan inovasi perlu didukung dengan regulasi, kolaborasi lintas bidang, monitoring dan evaluasi yang konsisten, serta pemanfaatan data yang lengkap.

“Monitoring dan evaluasi harus dilakukan dan dianalisis dengan data yang lengkap. Data ini sangat penting, data output yang menaungi data inovasi kita. Monev juga perlu dikaitkan dengan indikator kota, sehingga bisa termuat dalam capaian kota,” jelas Euis.

Euis juga menjelaskan bahwa diseminasi inovasi memiliki peran penting untuk memperluas pemanfaatan inovasi, termasuk membuka peluang agar inovasi dapat direplikasi oleh daerah lain, perguruan tinggi maupun sektor swasta. Ia menyebutkan, proses replikasi antara Kota Tangerang dan Kota Serang telah dilaksanakan sejak 2025 dan dapat terus ditindaklanjuti melalui adopsi inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

Dalam sesi diskusi, Bappeda Kota Tangerang turut berbagi strategi pendampingan kepada perangkat daerah agar tetap aktif mengembangkan dan melaporkan inovasi. Pendampingan dilakukan secara berjenjang, termasuk dengan melibatkan pimpinan OPD apabila data yang dibutuhkan belum dapat dipenuhi pada tingkat pelaksana.

Melalui coaching clinic tersebut, diharapkan penguatan pembinaan inovasi di Kota Serang dapat terus berkembang dan menghasilkan inovasi yang tidak hanya memenuhi aspek penilaian, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memiliki peluang untuk direplikasi di daerah lainnya.