\

Bappeda Tangerang Diseminasi Kajian CAA, Evaluasi CFD Dorong Ruang Publik yang Lebih Sehat dan Berdampak

Car Free Day (CFD) bukan sekadar aktivitas penutupan ruas jalan dari kendaraan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan udara yang lebih sehat sekaligus menghadirkan ruang publik bagi masyarakat. Karena itu, efektivitas pelaksanaan CFD perlu terus dievaluasi agar manfaatnya dapat diukur dan dikembangkan secara lebih optimal.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Diseminasi Hasil Kajian Clean Air Asia (CAA) tentang Evaluasi Car Free Day (CFD) di Kota Tangerang dan Serah Terima Dokumen, yang digelar Bappeda Kota Tangerang, Jumat (2/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi Pemerintah Kota Tangerang bersama Clean Air Asia yang telah terjalin sejak 2023 dalam mendukung penguatan perencanaan dan kebijakan pembangunan berbasis kajian.

Kepala Bappeda Kota Tangerang, Hj. Yeti Rohaeti, AP., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Clean Air Asia yang telah berkontribusi dalam penyusunan sejumlah kajian untuk mendukung perencanaan pembangunan di Kota Tangerang. Ia berharap proses diseminasi dapat menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya komprehensif, tetapi juga dapat diterapkan dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah.

“Semoga acara diseminasi ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan rekomendasi yang komprehensif dan dapat diimplementasikan ke depan,” ujar Yeti Rohaeti.

Dalam kajian evaluasi CFD, CAA menyoroti pelaksanaan CFD di Kota Tangerang yang berlangsung serentak di 13 kecamatan setiap bulan, umumnya pada minggu kedua. Kegiatan CFD tidak hanya diisi aktivitas olahraga, tetapi juga melibatkan UMKM, pelayanan publik hingga kegiatan penukaran sampah.

Hasil kajian menunjukkan bahwa pada sejumlah lokasi CFD terdapat penurunan konsentrasi polutan dibandingkan hari sebelum pelaksanaan. Namun, dampak terhadap kualitas udara secara keseluruhan masih perlu diperkuat. Pengalihan arus kendaraan selama CFD berpotensi memindahkan kepadatan lalu lintas ke ruas jalan di sekitar lokasi, sehingga emisi kendaraan juga dapat terdistribusi ke wilayah lain.

Di sisi lain, CFD memiliki manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Kajian menunjukkan pengalaman masyarakat terhadap pelaksanaan CFD secara umum positif, baik dari aspek kenyamanan, kebersihan, keamanan, akses, maupun interaksi sosial. CFD juga dinilai memiliki peluang untuk mendukung aktivitas ekonomi lokal melalui keterlibatan pedagang dan UMKM.

Yeti menilai evaluasi tersebut penting untuk memastikan pelaksanaan CFD tidak berhenti sebagai kegiatan rutin, tetapi terus dikembangkan berdasarkan hasil kajian dan kebutuhan masyarakat.

“Evaluasi Car Free Day ini penting untuk melihat sejauh mana pelaksanaannya memberikan manfaat, tidak hanya sebagai ruang aktivitas masyarakat, tetapi juga dalam mendukung peningkatan kualitas udara. Hasil kajian ini menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan CFD ke depan dapat semakin efektif, terukur, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kota Tangerang,” ujar Yeti.

Berdasarkan hasil kajian, CAA merekomendasikan penguatan pelaksanaan CFD melalui pemilihan lokasi yang memiliki potensi pengurangan polusi sekaligus mampu menjadi ruang sosial, olahraga, dan ekonomi. Selain itu, diperlukan pemantauan kualitas udara dengan durasi yang lebih panjang, peningkatan kualitas dan variasi kegiatan, penguatan edukasi publik, serta kolaborasi lintas sektor.

Melalui diseminasi dan serah terima dokumen ini, Bappeda Kota Tangerang diharapkan dapat memanfaatkan hasil kajian CAA sebagai bahan evaluasi dan penguatan perencanaan kebijakan. Dengan demikian, pelaksanaan CFD ke depan tidak hanya menjadi ruang aktivitas masyarakat, tetapi juga semakin terukur dalam memberikan manfaat bagi kualitas lingkungan, kesehatan, dan perekonomian lokal.