Belitung Timur Studi Tiru ke Tangerang, Kupas Strategi Pengembangan Inovasi Daerah
Upaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah terus menjadi perhatian lintas wilayah. Hal ini tercermin dalam kunjungan kerja DPRD Kabupaten Belitung Timur ke Bappeda Kota Tangerang, Rabu (6/5), yang secara khusus membahas strategi penyelenggaraan riset dan inovasi daerah.
Sekretaris Bappeda Kota Tangerang, Tri Rachmah Fadjria, dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Kota Tangerang tengah melakukan transformasi kelembagaan sebagai bentuk penguatan peran riset dan inovasi di daerah.
“Saat ini Bappeda Kota Tangerang masih menggunakan nomenklatur lama, namun sedang dalam proses pengajuan perubahan menjadi Bapperida sebagai tindak lanjut dari Permendagri Nomor 7 Tahun 2023 serta kebijakan BRIN dalam mendorong penguatan kelembagaan riset di daerah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan inovasi yang lebih terstruktur dan berdaya saing, termasuk partisipasi aktif dalam ajang Innovative Government Award (IGA).
Dalam sesi diskusi, DPRD Kabupaten Belitung Timur menyoroti aspek regulasi, khususnya terkait penetapan inovasi daerah melalui Peraturan Daerah (Perda) dan dampaknya terhadap penilaian inovasi. Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bappeda Kota Tangerang menjelaskan bahwa inovasi yang ditetapkan melalui Perda memiliki nilai tambah sebesar 3 poin dalam penilaian inovasi daerah.
Namun demikian, Pemerintah Kota Tangerang saat ini lebih banyak menggunakan Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai dasar penetapan inovasi. Hal ini dipilih karena proses penyusunan Perwal dinilai lebih cepat dan fleksibel dibandingkan dengan Perda yang membutuhkan waktu lebih panjang.
Kunjungan kerja ini berlangsung interaktif dan produktif, sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman antar daerah dalam memperkuat tata kelola riset dan inovasi. Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih erat dalam mendorong pembangunan daerah berbasis pengetahuan, teknologi, dan inovasi.