Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pemerinta Kota Tangerang Matangkan Rencana Pengmbangan Kawasan Aerotropolis
Pemerintah Kota (Pemkot)
Tangerang terus berkomitmen mendorong realisasi pengembangan kawasan
aerotropolis di Kota Tangerang. Rencana tersebut disampaikan dalam Musyawarah
Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah
Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Sementara itu, Kepala Bappeda
Kota Tangerang, Hj. Yeti Rohaeti, menegaskan bahwa pengembangan Kota
Aerotropolis bukan sekadar wacana, melainkan target yang tengah diupayakan
secara bertahap dan terstruktur. Menurutnya, terdapat tahapan yang harus
dilalui, mulai dari kota berbasis bandara, berkembang menjadi aerocity, hingga
pada akhirnya mencapai konsep aerotropolis secara utuh.
“Kita menginginkan agar Kota
Tangerang menjadi Kota Aerotropolis itu bukan hanya wacana, tetapi memang bisa
terlaksana walaupun mungkin secara bertahap. Saat ini kita sedang berproses
dari kota berbasis bandara menuju tahapan berikutnya, dengan berbagai faktor
yang harus dipenuhi,” jelas Yeti.
Ia menambahkan, rencana
pengembangan aerotropolis sudah digagas sejak tahun 2025 melalui berbagai
langkah strategis dan kolaborasi lintas sektor. Pemkot Tangerang juga terus
memperkuat koordinasi dengan Angkasa Pura Indonesia sebagai pengelola bandara,
yang pada tahun 2026 telah ditindaklanjuti melalui penandatanganan MoU.
Selain itu, Pemkot Tangerang juga
terlibat aktif dalam tim aksesibilitas kawasan bandara yang dikoordinasikan
oleh Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur. Melalui forum tersebut,
berbagai isu strategis seperti peningkatan konektivitas dan penanganan
infrastruktur, termasuk banjir di sekitar kawasan bandara, terus dibahas secara
berkelanjutan.
Lebih lanjut, Yeti mengungkapkan
bahwa pengembangan aerotropolis diyakini akan memberikan dampak signifikan
terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Masuknya investasi diyakini mampu membuka
lapangan kerja baru dan menurunkan tingkat pengangguran yang saat ini berada di
kisaran 5,8 persen.
“Dengan adanya investasi, tenaga
kerja akan terserap, perekonomian akan bergerak, dan pada akhirnya Pendapatan
Asli Daerah juga akan meningkat melalui pajak dan retribusi. Jadi ada
keuntungan ganda, baik dari sisi kesejahteraan masyarakat maupun peningkatan
pendapatan daerah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa
pengembangan kawasan aerotropolis tidak hanya terfokus pada wilayah sekitar
bandara, tetapi akan diperluas ke wilayah tengah kota, seperti Terminal Poris
Plawad hingga kawasan Alam Sutera. Pengembangan ini diharapkan mampu menjadikan
Kota Tangerang sebagai kota tujuan baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dengan dukungan pemerintah pusat,
sinergi antar pemangku kepentingan, Pemkot Tangerang optimis transformasi
menuju Kota Aerotropolis dapat terwujud secara bertahap dan berkelanjutan,
sekaligus memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan
masyarakat.