\

IID Kota Tangerang Terus Meningkat, Pemkot Perkuat Budaya Inovasi Menuju IGA 2026

Predikat Kota Sangat Inovatif yang diraih Kota Tangerang dalam beberapa tahun terakhir tidak membuat Pemerintah Kota Tangerang berpuas diri. Sebaliknya, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat budaya inovasi di seluruh perangkat daerah guna menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif dan berdampak bagi masyarakat.

 

Komitmen tersebut ditegaskan melalui Rapat Koordinasi Sosialisasi Pengukuran dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) serta Pemberian Penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang di Ruang Rapat Akhlakul Karimah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia untuk memberikan pembekalan terkait pengukuran dan penilaian IID, teknik penginputan inovasi daerah, serta evaluasi pelaporan inovasi perangkat daerah.

 

Rapat koordinasi dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan. Dalam sambutannya, Maryono menegaskan bahwa peningkatan nilai IID menunjukkan inovasi di lingkungan Pemkot Tangerang tidak berhenti pada tataran gagasan semata, melainkan terus berkembang menjadi solusi nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

 

"Pemerintah tidak bisa berjalan dengan cara yang sama untuk menghadapi tantangan yang terus berubah. Karena itu, inovasi harus menjadi budaya kerja yang hidup di setiap perangkat daerah, baik melalui pemanfaatan teknologi, penyederhanaan layanan, penguatan kolaborasi, maupun kebijakan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Maryono.

 

Berdasarkan data yang dipaparkan, nilai IID Kota Tangerang terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2023 nilai IID tercatat sebesar 60,39, meningkat menjadi 65,50 pada tahun 2024, dan kembali naik signifikan menjadi 72,94 pada tahun 2025. Capaian tersebut semakin mengukuhkan posisi Kota Tangerang dalam kategori Kota Sangat Inovatif.

 

Meski demikian, Maryono menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan pemacu untuk terus menghadirkan inovasi yang semakin berkualitas dan berdampak luas bagi masyarakat.

 

"Keberhasilan ini tidak boleh membuat kita berpuas diri. Justru harus menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kualitas inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Pada akhirnya, keberhasilan inovasi tidak diukur dari banyaknya aplikasi atau program yang dibuat, melainkan dari manfaat dan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat," tegasnya.

 

Lebih lanjut, Maryono menyampaikan bahwa pelaksanaan pengukuran IID dan IGA Tahun 2026 harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat budaya inovasi, menggali berbagai praktik terbaik, serta memastikan setiap terobosan yang dilakukan perangkat daerah terdokumentasi secara baik dan terukur.

 

"Seluruh program dan inovasi yang dijalankan perlu didukung oleh tata kelola yang baik, data yang akurat, serta dokumentasi yang lengkap dan terukur. Dengan demikian, manfaat inovasi dapat tercatat secara optimal dalam penilaian inovasi daerah, sekaligus menjadi modal penting untuk mempertahankan bahkan meningkatkan predikat Kota Sangat Inovatif menuju Kota Paling Inovatif," tutup Maryono.

 

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Tangerang, Hj. Yeti Rohaeti, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut atas arahan Kementerian Dalam Negeri terkait pelaksanaan pengukuran dan penilaian IID serta pemberian penghargaan IGA Tahun 2026. Kegiatan tersebut juga menjadi upaya percepatan koordinasi dan pembinaan teknis kepada seluruh perangkat daerah dalam proses penginputan indikator inovasi secara komprehensif guna meningkatkan kualitas pelaporan inovasi daerah.

 

"Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan seluruh perangkat daerah memiliki pemahaman yang sama terhadap mekanisme penilaian IID dan IGA. Selain mengoptimalkan pelaporan inovasi daerah yang terstruktur dan tervalidasi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian Indeks Inovasi Daerah Kota Tangerang di tingkat nasional," ujar Yeti.

 

Yeti menambahkan, semangat inovasi di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang terus menunjukkan perkembangan yang positif. Pada tahun 2025 Kota Tangerang berhasil melaporkan 105 inovasi daerah untuk penilaian IID, sedangkan pada tahun 2026 ditargetkan sebanyak 207 inovasi daerah dapat diikutsertakan dalam proses penilaian. Karena itu, seluruh perangkat daerah diberikan pembekalan teknis agar setiap inovasi dapat diinput dengan dokumen pendukung yang valid dan memenuhi indikator penilaian BSKDN Kemendagri.