\

Kepala Bappeda: Pembangunan Kota Tangerang Butuh Kolaborasi dan Peran Aktif Pemuda!

Masa depan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh seberapa besar generasi mudanya berani mengambil peran. Semangat inilah yang mengemuka dalam Diskusi Publik bertemakan “Arah Pembangunan Kota Tangerang, serta Peran Pemuda dalam Mendorong Pembangunan”, yang menghadirkan Kepala Bappeda Kota Tangerang, Hj. Yeti Rohaeti, bersama Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, Andri S. Permana, dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Wawan Fauzi sebagai narasumber pada Jum’at (11/9/26).

Forum tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkenalkan sekaligus mendiskusikan arah pembangunan Kota Tangerang kepada generasi muda. Keterlibatan pemuda dinilai penting, mengingat pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi yang akan menjadi bagian utama dalam menentukan wajah Kota Tangerang ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Yeti Rohaeti memaparkan arah pembangunan Kota Tangerang yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang Tahun 2025–2029. Dokumen tersebut menjadi salah satu pijakan utama dalam pelaksanaan pembangunan daerah selama lima tahun ke depan. Bappeda sebelumnya juga menegaskan bahwa RPJMD 2025–2029 menjadi kerangka untuk menyelaraskan program perangkat daerah dengan arah kebijakan pembangunan Kota Tangerang.

Yeti menjelaskan, visi pembangunan Kota Tangerang dalam RPJMD 2025–2029 adalah “Kota Tangerang yang Kolaboratif, Maju, Berkelanjutan, Sejahtera dan Berakhlakul Karimah.” Visi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam lima misi, yakni meningkatkan sumber daya manusia yang berdaya saing, sejahtera dan berakhlakul karimah; meningkatkan perekonomian yang maju dan berkeadilan; meningkatkan sarana prasarana yang mantap dan terintegrasi; meningkatkan lingkungan hidup yang berkualitas dan berkelanjutan; serta meningkatkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, inovatif, kolaboratif dan berintegritas.

Menurut Yeti, arah pembangunan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Pemuda, kata dia, memiliki posisi strategis sebagai generasi yang memiliki energi, kreativitas, inovasi dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

“Pembangunan Kota Tangerang tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda. Karena pemuda bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga bagian penting yang dapat memberikan gagasan, inovasi dan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Tangerang,” ujar Yeti.

Selain menjelaskan visi dan misi RPJMD, Yeti turut memaparkan Program 3G, yakni Gampang Sekolah, Gampang Kerja dan Gampang Sembako, yang menjadi program unggulan Pemerintah Kota Tangerang dan telah diintegrasikan dalam RPJMD 2025–2029. Bappeda menyebut Program 3G diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan akses pendidikan, perluasan kesempatan kerja serta pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Program Gampang Sekolah diarahkan untuk memperluas kemudahan akses pendidikan, sementara Gampang Kerjamendorong terbukanya akses dan kesempatan kerja bagi masyarakat. Adapun Gampang Sembako diarahkan untuk memperkuat akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan. Pemerintah Kota Tangerang sebelumnya juga menegaskan bahwa ketiga program tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup, memperoleh pendidikan dan mendapatkan pekerjaan.

Yeti menilai, kehadiran pemuda dalam diskusi mengenai arah pembangunan menjadi momentum penting untuk membangun kesamaan pemahaman sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas.

“Melalui forum seperti ini, kami ingin pemuda memahami ke mana arah pembangunan Kota Tangerang, sekaligus mengetahui ruang-ruang yang dapat diisi dan dikembangkan oleh generasi muda. Kami berharap pemuda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengawal, memberikan masukan, berinovasi dan berkolaborasi dalam pembangunan,” tutur Yeti.

Hal tersebut sejalan dengan semangat pembangunan Kota Tangerang yang menempatkan kolaborasi sebagai salah satu nilai utama. Pemerintah Kota Tangerang dalam berbagai forum kepemudaan juga terus mendorong generasi muda untuk menjadi bagian aktif dari pembangunan, bukan sekadar sebagai penerima manfaat.

Melalui Diskusi Publik tersebut, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih luas mengenai arah pembangunan Kota Tangerang sekaligus semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk mengambil peran. Dengan gagasan, kreativitas dan kolaborasi, pemuda diharapkan mampu menjadi salah satu kekuatan dalam mewujudkan visi Kota Tangerang yang kolaboratif, maju, berkelanjutan, sejahtera dan berakhlakul karimah. Kepala Bappeda: Pembangunan Kota Tangerang Butuh Kolaborasi dan Peran Aktif Pemuda!

Masa depan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh seberapa besar generasi mudanya berani mengambil peran. Semangat inilah yang mengemuka dalam Diskusi Publik bertemakan “Arah Pembangunan Kota Tangerang, serta Peran Pemuda dalam Mendorong Pembangunan”, yang menghadirkan Kepala Bappeda Kota Tangerang, Hj. Yeti Rohaeti, bersama Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, Andri S. Permana, sebagai narasumber pada Jum’at (11/9/26).

Forum tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkenalkan sekaligus mendiskusikan arah pembangunan Kota Tangerang kepada generasi muda. Keterlibatan pemuda dinilai penting, mengingat pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi yang akan menjadi bagian utama dalam menentukan wajah Kota Tangerang ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Yeti Rohaeti memaparkan arah pembangunan Kota Tangerang yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang Tahun 2025–2029. Dokumen tersebut menjadi salah satu pijakan utama dalam pelaksanaan pembangunan daerah selama lima tahun ke depan. Bappeda sebelumnya juga menegaskan bahwa RPJMD 2025–2029 menjadi kerangka untuk menyelaraskan program perangkat daerah dengan arah kebijakan pembangunan Kota Tangerang.

Yeti menjelaskan, visi pembangunan Kota Tangerang dalam RPJMD 2025–2029 adalah “Kota Tangerang yang Kolaboratif, Maju, Berkelanjutan, Sejahtera dan Berakhlakul Karimah.” Visi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam lima misi, yakni meningkatkan sumber daya manusia yang berdaya saing, sejahtera dan berakhlakul karimah; meningkatkan perekonomian yang maju dan berkeadilan; meningkatkan sarana prasarana yang mantap dan terintegrasi; meningkatkan lingkungan hidup yang berkualitas dan berkelanjutan; serta meningkatkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, inovatif, kolaboratif dan berintegritas.

Menurut Yeti, arah pembangunan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Pemuda, kata dia, memiliki posisi strategis sebagai generasi yang memiliki energi, kreativitas, inovasi dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

“Pembangunan Kota Tangerang tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda. Karena pemuda bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga bagian penting yang dapat memberikan gagasan, inovasi dan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Tangerang,” ujar Yeti.

Selain menjelaskan visi dan misi RPJMD, Yeti turut memaparkan Program 3G, yakni Gampang Sekolah, Gampang Kerja dan Gampang Sembako, yang menjadi program unggulan Pemerintah Kota Tangerang dan telah diintegrasikan dalam RPJMD 2025–2029. Bappeda menyebut Program 3G diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan akses pendidikan, perluasan kesempatan kerja serta pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Program Gampang Sekolah diarahkan untuk memperluas kemudahan akses pendidikan, sementara Gampang Kerjamendorong terbukanya akses dan kesempatan kerja bagi masyarakat. Adapun Gampang Sembako diarahkan untuk memperkuat akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan. Pemerintah Kota Tangerang sebelumnya juga menegaskan bahwa ketiga program tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup, memperoleh pendidikan dan mendapatkan pekerjaan.

Yeti menilai, kehadiran pemuda dalam diskusi mengenai arah pembangunan menjadi momentum penting untuk membangun kesamaan pemahaman sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas.

“Melalui forum seperti ini, kami ingin pemuda memahami ke mana arah pembangunan Kota Tangerang, sekaligus mengetahui ruang-ruang yang dapat diisi dan dikembangkan oleh generasi muda. Kami berharap pemuda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengawal, memberikan masukan, berinovasi dan berkolaborasi dalam pembangunan,” tutur Yeti.

Hal tersebut sejalan dengan semangat pembangunan Kota Tangerang yang menempatkan kolaborasi sebagai salah satu nilai utama. Pemerintah Kota Tangerang dalam berbagai forum kepemudaan juga terus mendorong generasi muda untuk menjadi bagian aktif dari pembangunan, bukan sekadar sebagai penerima manfaat.

Melalui Diskusi Publik tersebut, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih luas mengenai arah pembangunan Kota Tangerang sekaligus semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk mengambil peran. Dengan gagasan, kreativitas dan kolaborasi, pemuda diharapkan mampu menjadi salah satu kekuatan dalam mewujudkan visi Kota Tangerang yang kolaboratif, maju, berkelanjutan, sejahtera dan berakhlakul karimah.