Matangkan Penataan Kawasan Berbasis Transit dan Heritage, Bappeda Kota Tangerang Bahas Laporan Akhir Pengembangan Jalan Kiasnawi
Langkah mewujudkan Kawasan Jalan
Kiasnawi sebagai wajah baru Kota Tangerang yang terintegrasi, nyaman, dan
berkarakter terus dimatangkan. Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang menggelar Pembahasan
Laporan Akhir Perencanaan Pengembangan Kawasan Jalan Kiasnawi Kota Tangerang
pada Rabu (8/7/2026) di Ruang Rapat Bappeda Kota Tangerang.
Kegiatan ini menjadi tahapan
penting dalam menyusun arah pengembangan kawasan yang tidak hanya memperkuat
konektivitas transportasi, tetapi juga menjaga nilai sejarah dan mendorong
pertumbuhan ekonomi kawasan.
Rapat tersebut dihadiri oleh Staf
Ahli Wali Kota Tangerang Agus Wibawa, unsur Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang (PUPR), serta Dinas Perhubungan Kota Tangerang. Pada kesempatan tersebut,
tim konsultan memaparkan laporan akhir perencanaan yang mengusung visi
pengembangan Kawasan Jalan Kiasnawi sebagai koridor transit, perdagangan, dan
heritage yang terintegrasi, ramah pejalan kaki, tertib, produktif, sehat, dan
berkelanjutan.
Konsep tersebut dirancang untuk
memperkuat konektivitas antara Stasiun Tangerang, Pasar Anyar, dan Pasar Lama
sebagai simpul transportasi, perdagangan, kuliner, wisata, sekaligus kawasan
bersejarah Kota Tangerang. Perencanaan juga mengedepankan pengembangan kawasan
berbasis transit, penguatan identitas heritage, penataan struktur blok,
penyediaan ruang terbuka hijau, pengendalian pemanfaatan ruang, hingga penataan
elemen kawasan seperti parkir, pedagang kaki lima, utilitas, kebersihan, dan
keamanan.
Selain itu, konsultan turut
memaparkan pembagian kawasan ke dalam 12 blok (Blok A sampai dengan Blok L)
pengembangan yang disesuaikan dengan fungsi masing-masing, mulai dari kawasan
stasiun, perdagangan dan jasa, ruang terbuka, parkir komunal hingga kawasan
integrasi moda. Arahan tersebut dilengkapi dengan pengaturan intensitas
pemanfaatan lahan, konsep tata bangunan, sistem sirkulasi, pengembangan ruang
terbuka hijau, penyediaan infrastruktur kawasan, serta strategi pelestarian
bangunan dan lingkungan heritage sebagai identitas perkotaan.
Dalam sesi pembahasan, berbagai
perangkat daerah memberikan masukan untuk menyempurnakan dokumen perencanaan.
Dinas Perhubungan menekankan pentingnya penyusunan sistem sirkulasi dan
manajemen lalu lintas yang lebih implementatif, khususnya terkait integrasi
angkutan umum dengan Stasiun Tangerang, lokasi shelter, titik naik-turun
penumpang, pengaturan parkir, jalur pejalan kaki, serta pengurangan konflik
pergerakan kendaraan di dalam kawasan. Sementara itu, Dinas PUPR mengingatkan
agar desain kawasan tetap selaras dengan dokumen RTRW, RDTR, serta rencana
pembangunan infrastruktur Pemerintah Kota Tangerang. Staf Ahli Wali Kota
Tangerang Agus Wibawa juga memberikan masukan terkait pendetailan tahapan
pembangunan konsep courtyard pada setiap blok serta penyediaan alternatif laybay
untuk aktivitas bongkar muat barang.
Kepala Bappeda Kota Tangerang,
Hj. Yeti Rohaeti, menegaskan bahwa dokumen perencanaan yang disusun harus mampu
menjadi panduan implementasi yang jelas sehingga dapat diwujudkan secara
bertahap dan terukur.
"Perencanaan pengembangan
Kawasan Jalan Kiasnawi tidak hanya berhenti pada penyusunan konsep, tetapi
harus memiliki strategi implementasi yang komprehensif. Dokumen ini perlu
memuat tahapan pembangunan jangka pendek, menengah, dan panjang, prioritas
penanganan setiap blok kawasan, indikasi program dan kegiatan, kebutuhan
pendanaan, serta pembagian peran antar perangkat daerah. Selain itu,
penyempurnaan visualisasi kawasan dan masterplan juga penting agar menjadi
acuan yang jelas dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan
pembangunan,"ujar Yeti.
Melalui rapat tersebut,
disepakati bahwa tim konsultan akan menyempurnakan dokumen Laporan Akhir
berdasarkan seluruh masukan peserta sebelum diserahkan sebagai dokumen final.
Dokumen yang telah disempurnakan nantinya akan menjadi acuan dalam pelaksanaan
penataan dan pengembangan Kawasan Jalan Kiasnawi secara bertahap sesuai
prioritas pembangunan Kota Tangerang, sekaligus menjadi referensi penyusunan
program pembangunan lintas perangkat daerah guna mewujudkan kawasan yang modern,
terintegrasi, dan tetap mempertahankan karakter heritage sebagai identitas Kota
Tangerang.