\

Penataan Kiasnawi Dimulai Minggu ini! Wali Kota Pimpin Langsung Penataan Kawasan

Penataan Kawasan Jalan Kiasnawi segera diproses. Pemerintah Kota Tangerang mulai melakukan langkah konkret untuk menata kawasan tersebut agar lebih tertib, nyaman, dan terintegrasi. Penataan bahkan mulai dilakukan pekan ini, diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat, pedagang, dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang beraktivitas di kawasan Kiasnawi.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Pembahasan Penataan Kawasan Kiasnawi yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin. Rapat dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Bappeda Kota Tangerang, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Satpol PP, Camat Tangerang, Direktur PD Pasar Kota Tangerang, Direktur PT TNG, serta unsur perangkat daerah terkait lainnya.

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menegaskan bahwa penataan Kiasnawi harus segera dimulai dengan langkah awal berupa sosialisasi kepada masyarakat dan para pedagang. Menurutnya, proses penataan perlu dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan keberlangsungan aktivitas masyarakat dan pelaku usaha.

“Penataan Kiasnawi harus kita mulai minggu ini. Langkah awalnya kita lakukan sosialisasi kepada masyarakat, pedagang, dan PKL, sehingga mereka memahami rencana penataan yang akan kita lakukan. Kita ingin kawasan ini lebih tertib, nyaman, dan terintegrasi, tetapi prosesnya juga harus dilakukan dengan baik dan bertahap,” ujar Sachrudin.

Dalam penataan tersebut, PKL yang berada di kawasan Jalan Kiasnawi akan diarahkan untuk berpindah ke Pasar Anyar. PD Pasar Kota Tangerang telah menyiapkan Los bagi para pedagang agar tetap dapat menjalankan aktivitas usahanya di lokasi yang telah disediakan.

Setelah tahapan sosialisasi dan penataan aktivitas perdagangan, penataan fisik kawasan akan dilakukan secara bertahap. Salah satu fokus utama adalah pembangunan trotoar dengan lebar 3,5 meter yang mulai dilaksanakan tahun ini dan akan dilanjutkan pada tahun 2027.

Kepala Bappeda Kota Tangerang, Hj. Yeti Rohaeti, mengatakan penataan Kiasnawi harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Menurutnya, berbagai aspek yang berkaitan dengan aktivitas kawasan perlu direncanakan secara terpadu.

“Penataan Kawasan Kiasnawi ini bukan hanya soal fisik, tetapi bagaimana kawasan ini dapat berfungsi secara lebih tertib dan terintegrasi. Karena itu, aspek perdagangan, pedestrian, parkir, maupun sirkulasi lalu lintas harus kita koordinasikan bersama agar penataan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Yeti.

Lebih lanjut, pengaturan parkir dan sirkulasi lalu lintas akan dikoordinasikan bersama perangkat daerah terkait sebagai bagian dari proses penataan kawasan secara terpadu. Koordinasi lintas sektor tersebut menjadi penting agar perubahan yang dilakukan tidak hanya memperbaiki tampilan kawasan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Melalui penataan yang dilakukan secara bertahap, Pemkot Tangerang mendorong Kawasan Jalan Kiasnawi menjadi kawasan yang lebih tertib, nyaman, aman, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.