\

Perkuat Daya Saing Inovasi, Bappeda Kota Tangerang Gandeng Surabaya untuk Sharing Best Practice Pencapaian IID

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang menggelar Rapat Fasilitasi Penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026 pada Senin (27/4/2026). Kegiatan ini mengusung agenda utama “Identifikasi Inovasi Perangkat Daerah untuk Penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026” yang dirangkaikan dengan sharing session best practice pencapaian IID dari Bappeda Kota Surabaya.

Rapat yang dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pegawai internal Bappeda Kota Tangerang ini menjadi forum strategis untuk memperkuat pemahaman sekaligus menyusun langkah konkret dalam meningkatkan kualitas inovasi daerah. Kehadiran narasumber dari Bappeda Kota Surabaya memberikan perspektif baru terkait strategi keberhasilan dalam meraih nilai tinggi pada ajang Innovative Government Award (IGA).

Dalam sesi pemaparan, Kota Surabaya menekankan pentingnya penguatan inovasi berbasis digital melalui penerapan e-government, peningkatan partisipasi masyarakat melalui platform pengaduan, serta integrasi data lintas perangkat daerah guna menciptakan pelayanan publik yang efisien dan transparan. Selain itu, inovasi juga diarahkan pada sektor prioritas seperti lingkungan (smart environment), transportasi (smart mobility), dan tata kelola pemerintahan (smart governance).

Pendekatan berbasis data (data-driven decision making), kolaborasi lintas sektor, serta strategi branding kota sebagai daerah inovatif turut menjadi kunci keberhasilan. Tak hanya itu, proses perencanaan inovasi dilakukan secara sistematis mulai dari identifikasi permasalahan hingga evaluasi dengan indikator yang terukur.

Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bappeda Kota Tangerang, Hj. Euis Nurlaila, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas perangkat daerah dalam menghadirkan inovasi yang berdampak.

“Melalui kegiatan ini, kami mendorong seluruh perangkat daerah untuk lebih terarah dalam mengidentifikasi dan mengembangkan inovasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga terukur dan berkelanjutan. Sharing session bersama Kota Surabaya memberikan pembelajaran berharga, khususnya dalam penguatan digitalisasi layanan publik, integrasi data, serta kolaborasi lintas sektor sebagai kunci peningkatan Indeks Inovasi Daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa inovasi daerah harus mampu menjawab tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks, sekaligus menjadi instrumen dalam meningkatkan daya saing daerah.

Melalui rapat fasilitasi ini, Bappeda Kota Tangerang berharap seluruh perangkat daerah dapat menyusun inovasi secara lebih sistematis, terdokumentasi dengan baik, serta memenuhi indikator penilaian IID Tahun 2026, sehingga mampu mendorong peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik di Kota Tangerang.