Perkuat Fondasi Pembangunan Kawasan Strategis, Bappeda Kaji Rencana Pengembangan Kawasan Sisi Utara Tol Jakarta-Tangerang
Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (Bappeda) Kota Tangerang terus memperkuat fondasi pembangunan kawasan
strategis yang mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru yaitu, melalui
kajian Rencana Pengembangan Kawasan Sisi Utara Tol Jakarta–Tangerang. Ekspos laporan pendahuluan kajian tersebut
digelar pada Rabu, (29/7/26).
Kegiatan yang berlangsung di
Ruang Rapat Bappeda Kota Tangerang ini dipimpin langsung oleh Kepala Bappeda
Kota Tangerang, Hj. Yeti Rohaeti, dan dihadiri oleh unsur Dinas Pekerjaan Umum
dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perhubungan, Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta tim konsultan penyusun kajian.
Ekspos ini menjadi tahapan awal dalam penyusunan dokumen perencanaan kawasan
yang diharapkan mampu memberikan arah kebijakan pembangunan koridor strategis
di sisi utara Tol Jakarta–Tangerang.
Dalam arahannya, Kepala Bappeda
Kota Tangerang, Hj. Yeti Rohaeti, menegaskan bahwa penyusunan kajian harus
mampu mendukung program prioritas pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam
RPJMD Kota Tangerang Tahun 2025–2029.
"Kajian ini diharapkan tidak
hanya menghasilkan konsep pengembangan kawasan, tetapi juga menjadi dasar
penyusunan kebijakan, pengembangan investasi, serta implementasi program
pembangunan kawasan strategis di Kota Tangerang. Karena itu, seluruh proses
penyusunannya harus selaras dengan arah pembangunan daerah yang telah
ditetapkan dalam RPJMD 2025–2029," ujar Yeti.
Tim konsultan memaparkan bahwa
Kawasan Sisi Utara Tol Jakarta–Tangerang memiliki posisi yang sangat strategis
karena didukung oleh berbagai rencana pembangunan, di antaranya Frontage Road
Sisi Utara Tol Jakarta–Merak, MRT East–West, pengembangan kawasan Aerotropolis,
hingga pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang berpotensi menjadi kawasan produktif
dan terintegrasi. Namun demikian, kawasan ini masih menghadapi sejumlah
tantangan, seperti belum optimalnya pemanfaatan ruang, keterpaduan
infrastruktur yang belum maksimal, serta keterbatasan sarana dan prasarana
pendukung sehingga memerlukan perencanaan yang lebih komprehensif.
Penyusunan kajian ini diarahkan
untuk menghasilkan dokumen perencanaan kawasan yang terintegrasi,
berkelanjutan, berdaya saing, dan siap investasi melalui penyusunan profil
kawasan, analisis tata ruang dan infrastruktur strategis. Konsep pengembangan
kawasan diarahkan menjadi tiga pendekatan utama, yaitu berbasis Transit
Oriented Development (TOD), penyusunan Urban Design Guideline, hingga strategi
pembiayaan kawasan melalui pendekatan Highest and Best Use (HBU) dan Land Value
Capture atau Pengelolaan Perolehan Peningkatan Nilai Kawasan (LVC/P3NK).
Dalam sesi pembahasan, Bappeda
Kota Tangerang juga menekankan pentingnya keterkaitan konsep pengembangan
kawasan dengan sistem pusat pelayanan Kota Tangerang agar mampu memperkuat
fungsi kawasan sebagai koridor pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kajian
diharapkan mampu mengidentifikasi peluang penerapan P3NK sebagai salah satu
alternatif pembiayaan pembangunan kawasan di masa mendatang. Sementara itu,
Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan memberikan berbagai masukan agar penyusunan
kajian selaras dengan RTRW, RDTR, rencana pembangunan Frontage Road,
pengembangan MRT East–West, integrasi jaringan transportasi, serta konektivitas
antarmoda.
Sebagai tindak lanjut, forum
menyepakati bahwa fokus delineasi kawasan akan diarahkan pada koridor Jalan
M.H. Thamrin hingga Simpang TOD Alam Sutera sebagai wilayah prioritas untuk
dianalisis lebih mendalam pada tahapan penyusunan dokumen berikutnya. Tim
konsultan akan menyempurnakan laporan berdasarkan berbagai masukan yang
disampaikan, sementara perangkat daerah terkait akan menyiapkan data pendukung
sesuai kewenangannya. Selanjutnya, Bappeda Kota Tangerang akan mengoordinasikan
seluruh proses penyampaian data dan tindak lanjut hasil pembahasan guna memastikan
penyusunan dokumen berjalan secara komprehensif dan sesuai target.