Perkuat Sinergi, Pemkot Tangerang Bersama AirNav Indonesia Dorong Pembangunan Berkelanjutan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)
Kolaborasi antara pemerintah
daerah dan dunia usaha dinilai menjadi salah satu kunci dalam mendorong
pembangunan yang lebih berdampak. Kepala Bappeda Kota Tangerang, Hj. Yeti
Rohaeti, menegaskan bahwa sinergi program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)
perlu diarahkan agar selaras dengan kebutuhan daerah sekaligus mampu mendorong
laju pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang.
Hal ini disampaikan dalam diskusi
tindak lanjut Program TJSL bersama PT AirNav Indonesia, sebagai upaya
memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan daerah yang
berkelanjutan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh
Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar, serta perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang. Diskusi tersebut menjadi
langkah konkret dalam menindaklanjuti audiensi sebelumnya antara jajaran AirNav
dan Pemerintah Kota Tangerang.
Kepala Bappeda menjelaskan bahwa
Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong pembangunan yang kolaboratif dengan
melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga dunia
usaha. Namun demikian, selama ini pelaksanaan program TJSL dinilai belum
sepenuhnya terkoordinasi dengan baik, sehingga kerap terjadi ketidaksesuaian
antara kebutuhan pembangunan daerah dengan program yang dijalankan perusahaan.
“Melalui Forum TJSL yang saat ini
berada di bawah binaan Bappeda, kami ingin memastikan adanya keterbukaan
informasi dan koordinasi yang lebih baik, sehingga potensi dukungan dari
perusahaan dapat dipetakan dan diarahkan secara optimal untuk pembangunan Kota
Tangerang. Dengan sinergi yang kuat, kami optimis kolaborasi ini juga dapat
mendorong laju pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Yeti.
Lebih lanjut, ia menambahkan
bahwa kebutuhan akan kolaborasi semakin mendesak di tengah efisiensi anggaran yang
terjadi di berbagai tingkatan pemerintahan. Oleh karena itu, dukungan program
TJSL diharapkan mampu mengisi celah kebutuhan pembangunan yang belum
terakomodasi dalam APBD.
Dalam diskusi tersebut juga dibahas sejumlah prioritas pembangunan Kota Tangerang, termasuk program “3G” yang meliputi Gampang Sekolah, Gampang Kerja, dan Gampang Sembako. Program ini membuka ruang kontribusi bagi perusahaan melalui berbagai inisiatif, seperti bantuan pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu, penciptaan lapangan kerja, hingga pengembangan sektor pariwisata, sektor UMKM, penyediaan ruang terbuka hijau dan penataan lingkungan kota.
Sementara itu, PIC TJSL PT AirNav
Indonesia, Farhan, menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus memperkuat
kolaborasi dengan Pemerintah Kota Tangerang agar program TJSL yang dijalankan
semakin tepat sasaran.
Ia memaparkan bahwa AirNav
Indonesia telah melaksanakan berbagai program sosial di wilayah Tangerang,
mulai dari bantuan bencana dan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui dukungan
UMKM dan kelompok tani, hingga program pelestarian lingkungan berbasis
teknologi ramah lingkungan.
Di bidang pendidikan, AirNav juga
aktif menyelenggarakan program penyetaraan pendidikan, pelatihan aviation
security, hingga penyediaan program magang bagi pelajar dan mahasiswa. Selain
itu, berbagai program kesehatan dan sosial seperti bantuan bagi penyandang
disabilitas, operasi katarak dan bibir sumbing, serta kegiatan keagamaan rutin
turut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan.
“Kami berharap ke depan
Pemerintah Kota Tangerang dapat memberikan masukan agar program-program TJSL
yang kami jalankan dapat lebih tersinkronisasi, terukur, dan memberikan dampak
yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkap Farhan.
Melalui diskusi ini, diharapkan
terbangun sinergi yang lebih kuat antara Pemerintah Kota Tangerang dan AirNav
Indonesia, sehingga pelaksanaan program TJSL dapat berjalan lebih terarah,
efektif, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan Kota Tangerang.