Petakan 9 Prioritas, Bappeda Tangerang Bahas Strategi Pendanaan Pembangunan 2027
Bappeda Kota Tangerang terus
memperkuat kualitas perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah Tahun 2027.
Melalui Bidang Perencanaan Pembangunan, Evaluasi dan Pelaporan (P2EP), Bappeda
melaksanakan Rapat Analisis Pendanaan Tematik Pembangunan Daerah Tahun 2027,
Selasa (15/9/2026), di Ruang Rapat Bappeda.
Rapat tersebut dilaksanakan untuk
memperkuat keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, dan pencapaian
prioritas pembangunan daerah. Pembahasan difokuskan pada pemetaan program,
kegiatan, dan subkegiatan berdasarkan sembilan tematik prioritas pembangunan
Kota Tangerang Tahun 2027 dengan tema “Pembangunan yang Adaptif dan Kolaboratif
untuk Percepatan Daya Saing Daerah.”
Sembilan tema prioritas tersebut
meliputi ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan,
kualitas pendidikan, kualitas kesehatan, penanganan stunting, konektivitas
infrastruktur, pengelolaan lingkungan hidup dan resiliensi bencana, serta
kualitas pelayanan publik.
Dalam pembahasan, pemetaan
subkegiatan dilakukan dengan melihat tingkat relevansinya terhadap
masing-masing tema, mulai dari relevansi tinggi, sedang, hingga rendah.
Pendekatan ini digunakan untuk memastikan setiap subkegiatan memiliki
kontribusi yang jelas terhadap target pembangunan yang hendak dicapai.
Kepala Bidang Perencanaan
Pembangunan, Evaluasi dan Pelaporan (P2EP) Bappeda Kota Tangerang, Edisman
Damanik, menekankan pentingnya penajaman terhadap dasar pemilihan setiap
kegiatan dan subkegiatan agar keterkaitannya dengan prioritas pembangunan dapat
dipertanggungjawabkan.
“Analisis pendanaan tematik ini
tidak hanya melihat pengelompokan kegiatan, tetapi bagaimana setiap subkegiatan
memiliki keterkaitan yang jelas dengan target, indikator, output, dan outcome
pembangunan. Dengan demikian, perencanaan dan penganggaran dapat lebih tepat
sasaran,” ujar Edisman.
Ia menjelaskan, penyempurnaan
analisis diperlukan agar setiap subkegiatan yang masuk dalam suatu tema
memiliki alasan yang jelas, terukur, serta dapat ditelusuri keterkaitannya
dengan indikator, target, output, dan outcome pembangunan.
Menurutnya, pendekatan tematik
juga perlu terus diperkuat agar proses perencanaan tidak hanya berorientasi
pada pengelompokan berdasarkan urusan atau perangkat daerah, tetapi lebih
menitikberatkan pada outcome pembangunanyang ingin dicapai.
“Kita ingin memastikan bahwa
pemetaan pendanaan benar-benar menggambarkan kontribusi program terhadap
outcome pembangunan. Karena itu, hubungan logis antara subkegiatan dengan tema
yang dipilih harus semakin diperjelas dan dapat diukur,” jelasnya.
Hasil analisis dan masukan dalam
rapat selanjutnya menjadi bahan penyempurnaan dokumen RKPD Kota Tangerang Tahun
2027, sekaligus mendukung penguatan perencanaan dan penganggaran pembangunan
yang lebih terintegrasi, terukur, dan berorientasi pada hasil.