\

SAKIP Kota Tangerang Dievaluasi, Pemkot Bidik Kinerja yang Makin Berdampak

Anggaran tidak cukup hanya terserap, tetapi harus mampu menghasilkan kinerja dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Pemerintah Kota Tangerang dalam Pelaksanaan Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2026 bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Kamis (17/09/2026).

Evaluasi dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting di Tangerang Live Room dan menjadi momentum bagi Pemkot Tangerang untuk memastikan keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga evaluasi kinerja berjalan secara efektif dan berorientasi pada hasil.

Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, menegaskan bahwa implementasi SAKIP tidak semata-mata mengejar pencapaian output maupun serapan anggaran, tetapi harus memberikan outcome yang berdampak bagi masyarakat.

“Implementasi SAKIP tidak hanya berhenti pada pencapaian output, tetapi harus terlihat kontribusinya terhadap perubahan dan sasaran pembangunan. Kita ingin setiap program dan kegiatan benar-benar memberikan outcome bagi masyarakat,” ujar Maryono.

Berdasarkan hasil pengukuran terhadap 40 perangkat daerah di tahun 2025, rata-rata capaian indikator kinerja utama (IKU) mencapai 102,55 persen, indikator program 97,40 persen, dan indikator subkegiatan 96,60 persen. Sementara itu, realisasi keuangan berdasarkan SP2D mencapai 93,35 persen.

Maryono menyampaikan, capaian tersebut menjadi perhatian untuk memastikan seluruh program dan kegiatan terus berjalan hingga akhir tahun anggaran. Menurutnya, percepatan pelaksanaan harus dilakukan secara terukur agar anggaran yang dibelanjakan benar-benar menghasilkan kinerja dan manfaat bagi masyarakat.

“Target kita bukan hanya bagaimana anggaran terserap, tetapi bagaimana anggaran itu menghasilkan kinerja. Jangan sampai anggaran hanya selesai secara administrasi, tetapi manfaatnya belum dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Tangerang, Hj. Yeti Rohaeti, menjelaskan bahwa evaluasi SAKIP oleh Kementerian PANRB dilakukan untuk menilai pelaksanaan sistem akuntabilitas kinerja pemerintah daerah, mulai dari aspek perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan.

Dalam evaluasi tersebut, Wakil Wali Kota Tangerang menyampaikan paparan terkait pelaksanaan SAKIP Kota Tangerang. Selain itu, sejumlah perangkat daerah turut memaparkan kinerja yang berkaitan dengan upaya penurunan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi, yakni Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM.

“Pada saat evaluasi kita mendapatkan banyak masukan dan juga banyak arahan dari Kemenpan RB, dimulai dari penetapan target-target kinerja, dalam penentuan IKU, dalam Perjanjian Kinerja, dan juga bagaimana di dalam pemenuhan efisiensi dan efektivitas,” ujar Yeti.

Menurut Yeti, evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk mengukur efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program dan kegiatan sekaligus memastikan kinerja pemerintah semakin berorientasi pada hasil. Evaluasi juga menjadi upaya untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik serta membangun transparansi dan kepercayaan masyarakat.

“Yang kita harapkan dengan adanya evaluasi SAKIP ini, ke depannya apa yang kita laksanakan berorientasi hasil, dalam hal ini outcome-nya dilaksanakan dan dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Saat ini, Kota Tangerang memperoleh predikat B dalam penilaian SAKIP. Yeti berharap hasil evaluasi tahun 2026 dapat menjadi pijakan untuk terus melakukan penyempurnaan sistem manajemen kinerja sehingga predikat SAKIP Kota Tangerang dapat meningkat.

“Selain itu juga kita berdoa nilai SAKIP Kota Tangerang yang saat ini predikatnya B bisa meningkat menjadi BB,” pungkasnya.