\

Tak Sekadar Mengejar Penghargaan, Kota Tangerang Perkuat Komitmen Wujudkan Kota Sehat dan Nyaman

Sehat bukan hanya tentang layanan kesehatan, tetapi juga tentang lingkungan yang layak, pendidikan yang inklusif, transportasi yang aman, perlindungan sosial, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana. Semangat itulah yang terus diperkuat Pemerintah Kota Tangerang dalam mewujudkan Kota Sehat yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, saat membuka sekaligus menerima kunjungan Tim Penilai Verifikasi Lapangan Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tingkat Provinsi Banten di Ruang Rapat Akhlakul Karimah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (26/08/2026). 

Maryono mengatakan, verifikasi lapangan menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Tangerang untuk memperoleh masukan dan evaluasi dalam memperkuat pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat.

“Verifikasi ini bukan hanya tentang penilaian, tetapi juga kesempatan bagi kami untuk terus belajar dan berbenah. Masukan dan rekomendasi dari tim penilai akan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan, sehingga masyarakat dapat hidup, tumbuh, dan sejahtera,” ujar Maryono. 

Menurutnya, penyelenggaraan Kota Sehat di Kota Tangerang terus diarahkan melalui penguatan sembilan tatanan, meliputi kehidupan masyarakat sehat dan mandiri; permukiman dan fasilitas umum; satuan pendidikan; pasar; perkantoran dan perindustrian; pariwisata; transportasi dan tertib lalu lintas; perlindungan sosial; serta penanggulangan bencana.

Maryono menjelaskan, dalam penyelenggaraan KKS tahun 2024–2025, berdasarkan Dashboard SIPANTAS, seluruh proses penginputan data telah rampung 100 persen. Dari sisi kelembagaan, seluruh 16 indikator telah terpenuhi, sementara 136 indikator dari sembilan tatanan KKS telah terverifikasi 100 persen. Empat tatanan meraih capaian 100 persen dan lima tatanan lainnya berada di atas 95 persen.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa penyelenggaraan Kota Sehat di Kota Tangerang tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan hasil kolaborasi berbagai unsur. Pemerintah Kota Tangerang juga telah memperoleh penghargaan Kota Sehat tingkat nasional sebanyak empat kali, termasuk Swasti Saba Wistara. Namun demikian, Maryono menegaskan bahwa penghargaan bukan menjadi tujuan akhir. 

“Alhamdulillah, Kota Tangerang telah empat kali meraih penghargaan Kota Sehat tingkat nasional, termasuk Swasti Saba Wistara. Tetapi penghargaan bukanlah tujuan akhir. Ini justru menjadi penyemangat untuk terus berinovasi, berbenah, dan memberikan pelayanan yang semakin baik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Tangerang, Hj. Yeti Rohaeti, dalam kesempatan tersebut memaparkan penyelenggaraan Kota Sehat sekaligus implementasi sembilan tatanan di Kota Tangerang. Ia menjelaskan, upaya mewujudkan Kota Sehat telah didukung melalui berbagai program dan intervensi lintas sektor, dengan dukungan anggaran yang pada 2025 mencapai sekitar Rp2,077 triliun untuk 49 program, meningkat dari 42 program dengan dukungan sekitar Rp1,265 triliun pada 2024.

“Penyelenggaraan Kota Sehat di Kota Tangerang merupakan kerja bersama. Sembilan tatanan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus diimplementasikan melalui program yang terintegrasi, inovatif, dan kolaboratif agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Yeti.

Ia menambahkan, implementasi sembilan tatanan tersebut tercermin dalam berbagai program dan inovasi, mulai dari Gerakan Bersama Menuju Eliminasi TBC, penanganan stunting, pengelolaan sampah terpadu, sekolah sehat dan pendidikan inklusif, pasar sehat, industri dan perkantoran sehat, pariwisata sehat, transportasi terintegrasi, perlindungan sosial, hingga penguatan kelurahan tangguh bencana. 

Menurut Yeti, kekuatan utama penyelenggaraan Kota Sehat di Kota Tangerang juga terletak pada kolaborasi lintas sektor. Kolaborasi tersebut melibatkan perangkat daerah, kelurahan, PKK, DWP, TNI, kepolisian, organisasi profesi, perguruan tinggi, BAZNAS, dunia usaha melalui CSR, BNN, rumah sakit, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, kader, hingga tokoh masyarakat.

“Melalui kolaborasi yang kuat dan konsisten, kami berharap seluruh program dalam sembilan tatanan tidak berhenti pada capaian indikator, tetapi terus berkembang menjadi pelayanan dan lingkungan yang semakin sehat, aman, nyaman, serta inklusif bagi seluruh masyarakat Kota Tangerang,” ungkapnya.

Yeti berharap, pelaksanaan verifikasi lapangan tingkat Provinsi Banten dapat menjadi momentum untuk memperkuat evaluasi sekaligus mempertajam berbagai program penyelenggaraan Kota Sehat ke depan. Ia juga berharap masukan dari tim penilai dapat menjadi bahan perbaikan agar setiap tatanan semakin optimal dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

“Pasca verifikasi ini, kami berharap ada rekomendasi dan masukan yang dapat menjadi bahan bagi kami untuk terus melakukan perbaikan. Yang terpenting, semangat Kota Sehat harus terus hidup dalam setiap proses pembangunan, sehingga Kota Tangerang dapat semakin sehat, aman, nyaman, dan berkelanjutan,” pungkas Yeti.

Dengan berbagai capaian, inovasi, serta kolaborasi yang telah dibangun, Pemerintah Kota Tangerang menegaskan bahwa penyelenggaraan Kota Sehat merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Kota Tangerang yang kolaboratif, maju, berkelanjutan, sejahtera, dan berakhlakul karimah.