\

Kolaborasi Riset Diperkuat, Pemajuan IPTEK Jadi Fokus

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang menggelar Rapat Koordinasi Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sebagai langkah strategis memperkuat pembangunan daerah berbasis riset dan inovasi. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional serta melibatkan perangkat daerah, Rabu (25/2/26).

Rapat koordinasi tersebut menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung arah pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui forum ini, peserta mendapatkan pemaparan mengenai peran riset dan inovasi dalam menjawab permasalahan prioritas pembangunan daerah serta mendorong pengembangan produk unggulan daerah secara berkelanjutan.

Dalam paparan materi, disampaikan bahwa Bappeda Kota Tangerang telah menyusun Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan IPTEK Daerah (RIPJ-PID) sebagai pedoman bagi perangkat daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, dan masyarakat dalam merencanakan hingga mengevaluasi program berbasis IPTEK. Dokumen ini bersifat sistemik, komprehensif, dan partisipatif serta menempatkan riset dan inovasi sebagai instrumen utama dalam meningkatkan daya saing daerah.

RIPJ-PID juga diarahkan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong kebijakan berbasis bukti melalui pengembangan ekosistem riset dan inovasi daerah. Dokumen tersebut menjadi bagian penting dalam percepatan pencapaian target pembangunan daerah dan menjadi referensi dalam penyusunan RPJMD maupun RKPD.

Dalam kegiatan ini, narasumber memaparkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam penguatan kebijakan riset daerah. Data kolaborasi nasional menunjukkan ratusan program kerja sama telah dilaksanakan untuk mendukung pembangunan berbasis inovasi di berbagai daerah.

Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bappeda Kota Tangerang, *Hj. Euis Nurlaela*, menegaskan bahwa forum koordinasi ini menjadi langkah strategis dalam menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan penguatan ekosistem riset dan inovasi.

“Melalui penguatan kolaborasi riset dan inovasi, Kota Tangerang diharapkan mampu menghadirkan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, berbasis data, serta berdaya saing tinggi,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa penguatan rencana aksi riset dan inovasi daerah akan menjadi tindak lanjut penting agar dokumen perencanaan IPTEK dapat diimplementasikan secara konkret melalui program dan kegiatan perangkat daerah.

Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi forum berkelanjutan dalam membangun sinergi pentahelix antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat guna mempercepat transformasi pembangunan Kota Tangerang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.